Pembaruan ini hadir di tengah dominasi Shorts yang makin kuat secara bisnis. Sejak diluncurkan pada 2021 untuk mengantisipasti gencarnya video TikTok, YouTube Shorts terus tumbuh pesat.
Per kuartal III 2025, Shorts sudah mengalahkan video panjang sebagai penyumbang utama pendapatan iklan YouTube. YouTube mencatat pendapatan iklan naik 15% menjadi US$10,3 miliar.
“Di AS, Shorts kini menghasilkan pendapatan per jam tontonan lebih tinggi daripada konten in-stream tradisional di YouTube,” kata CEO Google Sundar Pichai, saat memaparkan kinerja Alphabet untuk Q3 2025, beberapa waktu lalu.
Pernyataan ini menegaskan betapa seriusnya peran Shorts dalam strategi bisnis YouTube.
Baca Juga: Gara-gara Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Kecam Anak-anaknya Dibully Netizen
Nggak heran kalau sebagian penonton merasa khawatir. Awal 2025 lalu, banyak pengguna sempat viral menyuarakan ketidaksukaan mereka terhadap Shorts dan berharap konten tersebut dipisahkan ke aplikasi sendiri.
YouTube merespons dengan menyatakan bahwa mereka menghargai semua orang yang sudah menyampaikan POV mereka secara jujur. Masukan itulah yang disampaikan ke tim produk.
Meski kecil kemungkinan YouTube Shorts akan dibatasi, setidaknya sekarang pengguna punya lebih banyak pilihan. Mau fokus ke video panjang atau sekadar scroll Shorts, tinggal klik aja.