Kebijakan tersebut disahkan melalui dekret pemerintah dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat pasar tenaga kerja sekaligus membuka jalur migrasi yang legal dan terstruktur. Dalam rencana tersebut, sekitar 164.850 visa akan dialokasikan pada 2026, diikuti 165.850 visa pada 2027 dan 166.850 visa pada 2028.
Langkah ini diambil karena Italia menghadapi kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor vital, seperti pariwisata, pertanian, konstruksi, logistik, hingga layanan kesehatan. Banyak perusahaan di negara tersebut kesulitan mencari pekerja lokal untuk memenuhi kebutuhan operasional mereka, terutama pada pekerjaan musiman maupun sektor yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Baca Juga: 9 Strategi Mudik Lebaran 2026 Mengendarai Mobil Melalau Tol Trans Jawa. Apa Kuncinya?
Secara keseluruhan, kuota visa kerja tersebut terbagi menjadi dua kategori utama. Sekitar 267.000 visa dialokasikan untuk pekerjaan musiman, terutama di sektor pertanian dan pariwisata, sementara 230.550 visa lainnya diperuntukkan bagi pekerjaan non-musiman dan pekerja mandiri di bidang seperti konstruksi, logistik, serta berbagai layanan profesional.
Selain membantu dunia usaha, kebijakan ini juga berkaitan dengan tantangan demografi yang dihadapi Italia. Negara tersebut mengalami penurunan angka kelahiran dan populasi yang semakin menua, sehingga membutuhkan tenaga kerja dari luar negeri untuk menjaga stabilitas ekonomi dan produktivitas nasional.
Baca Juga: Tour Leader Kini Jadi Profesi Menjanjikan, Hobiholidays Buka Sekolah Pemandu Wisata Profesional
Melalui program ini, pemerintah Italia berharap dapat menarik talenta global sekaligus memastikan bahwa kebutuhan tenaga kerja di berbagai industri strategis tetap terpenuhi. Di sisi lain, pemerintah tetap menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan memperkuat jalur migrasi legal sekaligus mengurangi praktik kerja ilegal di dalam negeri.
Bagi banyak pekerja internasional, kebijakan ini membuka peluang baru untuk bekerja dan tinggal secara legal di Italia, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara tersebut menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah perubahan demografi yang semakin menantang.