PejuangKantoran.com - Menjelang Lebaran, PT Transportasi Jakarta meningkatkan layanannya dengan menambah rute Transjakarta dari Blok M, Jakarta Selatan, menuju Bandara Soekarno-Hatta. Rute ini dipersiapkan agar bisa beroperasi sebelum Lebaran.
Penambahan rute tersebut sejalan dengan rencana pihak Angkasa Pura untuk mengurangi volume kendaraan yang masuk ke bandara.
"Karena masalahnya mereka itu juga kemacetan di terminal. Karena kalau kita lihat sekarang, disampaikan kemarin dari 50 juta penumpang tahun lalu, itu sebagian besar menggunakan kendaraan pribadi," ujar Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Buku Filosofi Teras Difilmkan, Bakal Seperti Apa Film yang Mengusung Aliran Stoikisme Ini?
Minggu lalu, rencana penambahan rute ke Bandara Soekarno-Hatta sudah memasuki penandantanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Angkasa Pura.
Jam operasional
Rute Transjakarta menuju bandara ini akan diberangkatkan dari Blok M, melewati Sudirman, MPR/DPR, lalu masuk ke tol. Setelah itu singgah di halte-halte pinggir jalan (trotoar) hingga akhirnya memasuki Bandara Soekarno-Hatta.
Untuk melayani rute tersebut akan digunakan bus Metrotrans warna oranye dengan lantai rendah (low entry) untuk memudahkan penumpang saat mengangkat barang bawaan.
"Sehingga nanti mobilisasi koper dan segala macamnya itu relatif lebih mudah. Dan itu akan berhentinya nanti di pinggir, di halte-halte trotoar. Jadi tidak terkoneksi di tengah," tambahnya.
Sementara itu, titik perhentian di kawasan bandara masih perlu disesuaikan dengan rencana utilisasi kereta layang (kalayang).
"Mereka mau mengutilisasi kalayangnya. Jadi ini yang lagi kita tentukan titiknya (perhentian bus TJ di bandara). Tapi pada prinsipnya, pada saat pertemuan terakhir, mereka positif mendukung karena ini menjadi tambahan alternatif transportasi untuk bisa menuju ke bandara," jelas Welfizon Yuza.
Baca Juga: Akhirnya Pendiri Microsoft Bill Gates Mengakui Dua Perselingkuhan di Masa Lalunya
Biaya layanan serta jam operasional rute baru tersebut untuk sementara tidak ada perbedaan dengan jam operasional yang reguler, yaitu pukul 05.00 hingga pukul 22.00.
“Sambil nanti kita lihat penerbangan, karena mungkin kan rata-rata kalau mudik itu penerbangannya domestik ya. Kalau domestik kan relatif lebih banyak di siang.
“Soal tarif, sejauh ini masih dengan kebijakan tarif reguler, Rp3.500 dan Rp2.000 jam 5 sampai jam 7 pagi," pungkasnya.
Artikel Terkait
Karyawan Swasta Berhak Menerima THR yang Dibayar Penuh, Paling Lambat 7 Hari sebelum Lebaran
Hati-hati Chalamet! Michael B Jordan Rebut Gelar Best Actor untuk Film 'Sinners' di Actor Awards
MK Tolak Gugatan Soal Larangan Merokok Saat Berkendara, Ini Alasannya!
57 Persen Gen Z Punya Side Hustle, Tanda Anak Muda Tak Lagi Andalkan Satu Pekerjaan
Fenomena 40 Profesi yang Dinyatakan Rawan PHK Massal: Waktu untuk Beralih Karier?
Baznas Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Rp7,64 Juta per Bulan, Siapa yang Wajib Bayar?
7 dari 10 Karyawan Ternyata Sempat Terpikir untuk Pindah Jalur Karir, Apa Alasannya?