news

Karyawan Citigroup di Paris dan Frankfurt Diminta WFH usai Rencana Pengeboman di Bank of America

Senin, 6 April 2026 | 19:46 WIB
Ilustrasi: Citigroup meminta karyawannya di Paris dan Frankfurt untuk WFH atau bekerja dari rumah usai muncul rencana pengeboman terhadap Bank of America di Paris. (Unsplash/Miquel Parera)

PejuangKantoran.com - Raksasa perbankan Citigroup baru saja meminta karyawannya di Paris dan Frankfurt untuk bekerja dari rumah (WFH) mulai Selasa (31/3/2026) lalu. Keputusan mendadak ini diambil setelah pihak keamanan berhasil menggagalkan rencana pengeboman di kantor pusat Bank of America di Paris.

Bagi Citigroup, keselamatan staf adalah hal yang tidak bisa ditawar. Seorang juru bicara Citigroup menyatakan bahwa langkah tersebut murni sebagai tindakan pencegahan.

“Keselamatan karyawan adalah prioritas nomor satu kami, dan kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga mereka tetap aman. Karyawan di Paris dan Frankfurt bekerja secara jarak jauh sebagai langkah antisipasi.

Baca Juga: 5 Cara Merespons Permintaan Slip Gaji agar Proses Rekrutmen Berjalan Lebih Adil dan Transparan

"Sementara itu, kami tetap melayani klien dengan rencana cadangan untuk memastikan bisnis tetap berjalan lancar,” ujar perwakilan bank tersebut.

Yang diharuskan WFH ternyata bukan cuma karyawan Citigroup. Goldman Sachs kabarnya juga meminta staf mereka di Paris untuk bekerja dari rumah. Bahkan, kantor pusat mereka di sana kini berada di bawah pengawasan ketat kepolisian setelah adanya ancaman dari kelompok tertentu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pun angkat bicara dan memuji kesigapan aparat yang berhasil menggagalkan rencana pengeboman tersebut. Macron berusaha menenangkan publik saat dirinya sedang berada di Korea Selatan.

“Saya ingin menekankan bahwa kami sangat waspada terhadap masalah ini. Kami juga ingin meyakinkan mereka yang mungkin menjadi target, baik di Prancis maupun di tempat lain, karena beberapa negara Eropa lainnya juga menghadapi percobaan serangan serupa,” tegas Macron.

Sejauh ini, otoritas Paris telah menahan empat orang, termasuk tiga di antaranya yang masih di bawah umur. Mereka diduga terlibat dalam upaya meletakkan bahan peledak di dekat Champs-Élysées. Polisi berhasil mengendus rencana pengeboman ini setelah mendapatkan petunjuk dari sebuah video propaganda.

Baca Juga: Wajarkah Jika Rekruter Meminta Slip Gaji di Kantor Lama sebagai Bukti Penghasilan Kamu?

Ketegangan ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Sejak perang pecah di wilayah Teluk pada akhir Februari lalu, banyak bank internasional yang ikut terkena imbasnya.

Tak hanya di Eropa, staf Citigroup di wilayah Teluk juga sudah lebih dulu diminta WFH. Bank lain seperti Standard Chartered di Dubai dan HSBC di Qatar pun melakukan hal serupa demi keamanan.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa di tengah konflik global, fleksibilitas kerja seperti WFH bukan lagi sekadar soal kenyamanan, tapi sudah menjadi protokol keselamatan yang penting bagi para pekerja di sektor berisiko tinggi.

Tags

Terkini