Di sisi lain, 12% memilih destinasi urban yang menawarkan pengalaman gaya hidup dan dinamika kota, sebuah refleksi dari keinginan untuk tetap terhubung dengan energi modern.
Menurut CEO MOVE, Nadia Omer, fenomena ini bukan sekadar perubahan preferensi, melainkan pergeseran peran.
Perempuan kini tidak hanya menjadi penumpang, tetapi juga pengambil keputusan—yang secara langsung memengaruhi arah industri perjalanan.
Dengan semakin banyaknya perempuan yang bepergian secara mandiri dan terlibat aktif dalam perencanaan, industri pun dituntut untuk menghadirkan pengalaman yang lebih inklusif, aman, dan relevan.
Baca Juga: Datang Telat Salah, Tapi Datang Kepagian Malah Dipecat, Ini Kisah Nyata dari Spanyol
Menuju Era Perjalanan yang Lebih Inklusif
Apa yang terlihat hari ini adalah awal dari transformasi yang lebih besar.
Perempuan modern tidak lagi menunggu kesempatan—mereka menciptakannya. Dan dalam setiap perjalanan yang mereka rencanakan, ada cerita tentang keberanian, kemandirian, dan kebebasan untuk menentukan arah sendiri.
Di situlah semangat Kartini menemukan bentuk barunya—bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam langkah nyata menjelajahi dunia.