PejuangKantoran.com - Semangat emansipasi hari ini tak lagi hanya hadir dalam ruang-ruang diskusi atau simbol peringatan. Ia hidup dalam keputusan-keputusan kecil, dan salah satunya adalah keberanian untuk bepergian.
Di tengah dinamika dunia modern, perempuan semakin percaya diri dalam mengambil langkah berani, baik dalam karier, kehidupan personal, maupun cara mereka mengeksplorasi dunia. Dalam konteks ini, perjalanan bukan sekadar aktivitas, melainkan bentuk ekspresi kebebasan.
Momentum Hari Kartini menjadi refleksi yang relevan: bahwa warisan pemikiran Raden Ajeng Kartini terus beresonansi dalam kehidupan perempuan masa kini, termasuk dalam cara mereka melihat dunia.
Baca Juga: 8 Fungsi Claude untuk Tugas-tugas yang Paling Gampang, Cocok buat Pemula!
Dari Solo Traveler hingga Perencana Utama
Berdasarkan data transaksi kuartal pertama 2026 di platform AirAsiaMOVE, terlihat jelas bahwa perempuan tidak lagi hanya menjadi bagian dari perjalanan, mereka adalah penggeraknya.
Generasi milenial mendominasi tren solo travel perempuan dengan porsi 46%, diikuti oleh Gen Z sebesar 30%. Angka ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang semakin tinggi di kalangan perempuan usia produktif untuk bepergian sendiri—baik untuk relaksasi, eksplorasi, maupun pengembangan diri.
Namun peran perempuan tidak berhenti di sana.
Dalam perjalanan keluarga dan grup, sebanyak 50% pemesanan dilakukan oleh perempuan. Mereka menjadi “arsitek” di balik keseluruhan pengalaman, mulai dari menentukan jadwal, mengatur anggaran, hingga memilih maskapai dan akomodasi.
Perjalanan yang Lebih Terencana, Lebih Sadar
Perempuan juga menunjukkan pendekatan yang lebih terstruktur dalam merencanakan perjalanan.
Sebanyak 63% pengguna perempuan memilih untuk menambahkan layanan ekstra seperti asuransi perjalanan, pemilihan kursi, bagasi tambahan, hingga opsi pembatalan fleksibel. Ini mencerminkan kesadaran yang tinggi terhadap kenyamanan dan keamanan, terutama saat bepergian sendiri.
Tak hanya itu, pola pemesanan menunjukkan bahwa perempuan cenderung merencanakan perjalanan jauh-jauh hari—setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan—mengindikasikan pendekatan yang matang dan penuh pertimbangan.
Baca Juga: Google Chrome Akhirnya Punya Vertical Tab, Solusi buat yang Suka Buka Banyak Tab di Atas Layar
Preferensi Destinasi yang Mencerminkan Gaya Hidup
Pilihan destinasi juga mencerminkan kebutuhan dan gaya hidup perempuan modern.
Sekitar 35% memilih destinasi pantai seperti Bali dan Phuket—tempat di mana relaksasi menjadi prioritas utama. Sementara itu, 26% menjadikan pengalaman kuliner sebagai tujuan perjalanan, menjadikan eksplorasi rasa sebagai bagian dari perjalanan personal.
Artikel Terkait
Associated Press Pangkas Karyawan, Perkuat AI: Inovasi atau Ancaman bagi Jurnalisme?
4 dari 5 Karyawan Khawatir Kehilangan Pekerjaan karena Tekanan Biaya Hidup Makin Meningkat
Kopi Kenangan Buka Gerai Pertamanya di Taiwan, Datangkan Kopi Langsung dari Sumatera dan Bali
Peminat Membludak, Jepang Hentikan Permohonan Visa untuk Pekerja Asing di Sektor Restoran
Belajar dari Dugaan Kasus Pelecehan Seksual oleh 16 Mahasiswa FH UI, Kita Wajib Tahu Definisi dan Kategori Pelecehan Seksual
Starbucks Gunakan Percakapan ChatGPT untuk Membantu Konsumen Mendapat Rekomendasi Minuman
1 dari 5 Karyawan Ternyata Overqualified, tapi Dilakukan Sukarela karena Berbagai Alasan
April Theory, Ini Alasannya Kenapa April Kamu Terasa 'Berbeda'
Datang Telat Salah, Tapi Datang Kepagian Malah Dipecat, Ini Kisah Nyata dari Spanyol
Google Chrome Akhirnya Punya Vertical Tab, Solusi buat yang Suka Buka Banyak Tab di Atas Layar