news

Bos Nvidia Bilang, Biaya Operasional AI Lebih Mahal daripada Membayar Gaji Karyawan

Selasa, 5 Mei 2026 | 13:40 WIB
Ilustrasi: Biaya operasional AI ternyata bisa jauh lebih mahal daripada membayar gaji karyawan yang mereka gantikan. (Freepik)

Sebagai CTO, dia ingin mengubah sistem kerja dari pemrograman tradisional menjadi pemrograman berbasis agen AI.

Bos Nvidia, Jensen Huang, sepertinya juga setuju. Dia menilai produktivitas insinyurnya dari seberapa banyak mereka belanja "token" AI.

Gambarannya begini: dia ingin insinyur yang digaji 500 ribu dollar setahun, setidaknya juga menghabiskan 250 ribu dollar hanya untuk mendongkrak produktivitas.

Baca Juga: Perbedaan Bos dan Leader, dari Cara Berkomunikasi hingga Mengambil Keputusan yang Lebih Disukai Tim

Sebuah studi dari MIT pada tahun 2024 menunjukkan bahwa 77% pekerjaan sebenarnya masih lebih baik jika dilakukan oleh manusia. Namun, meski biaya operasional AI mahal, teknologi ini punya satu keunggulan, yaitu bisa bekerja 24 jam sehari.

Toh, tidak bisa dipungkiri kalau perusahaan yang terjebak dalam euforia AI tanpa rencana yang matang akhirnya malah rugi besar. Membuat produk dengan AI kesannya memang mudah, tapi bakal jauh lebih rumit kalau spesifikasinya terus berubah.

 

Nah, di saat kita sekarang sedang di masa transisi, apakah pengeluaran dobel (membayar gaji sekaligus token AI) akan menjadi standar baru? Atau hanya sementara sampai AI bisa benar-benar mengambil alih?

Halaman:

Tags

Terkini