PejuangKantoran.com - Meta, perusahaan raksasa di balik Facebook, Instagram, dan WhatsApp, baru saja mengumumkan pengurangan karyawan atau PHK terhadap sekitar 8.000 karyawannya di seluruh dunia.
Sejak 2022, setidaknya ini menjadi gelombang ketiga PHK di Meta. Ada sekitar 30.000 karyawan yang terdampak sejauh ini, tidak termasuk pemangkasan berbasis departemen yang skalanya lebih kecil.
Layoff besar-besaran ini dilakukan untuk menghemat biaya operasional karena perusahaan sedang jor-joran berinvestasi dalam kecerdasan buatan (AI). Di Singapura, momen PHK ini terasa sangat menyedihkan.
Baca Juga: Karyawan Meta Protes, Perusahaan Memasang Teknologi Pelacakan Pergerakan Mouse di Laptop Mereka
Banyak karyawan yang terkejut karena menerima email pemecatan tersebut pada Rabu (20/5/2026) subuh, tepatnya pukul 04.00 waktu setempat. Selama proses pengurangan karyawan ini berjalan, manajemen bahkan meminta para staf untuk WFH saja.
Struktur lebih ramping
PHK di Meta kali ini menyasar tim bagian teknik (engineering) dan produk. Rupanya, dua hari sebelum badai PHK ini datang, Meta sudah memindahkan sekitar 7.000 pekerja ke divisi baru yang khusus mengurusi proyek AI.
Kepala Bagian SDM Meta, Janelle Gale, menjelaskan dalam memo internalnya bahwa perubahan struktur organisasi ini sengaja dilakukan agar tim-tim di dalam perusahaan bisa bergerak lebih gesit.
"Kita sekarang berada di tahap di mana banyak organisasi bisa beroperasi dengan struktur yang lebih ramping, menggunakan tim-tim kecil yang bisa bergerak lebih cepat dan punya rasa kepemilikan yang lebih besar.
"Kami percaya hal ini akan membuat kita lebih produktif dan membuat pekerjaan jadi lebih memuaskan," ujar Janelle Gale.
Baca Juga: 5 Tanda Atasan Kamu Sebenarnya Butuh Pelatihan Leadership untuk Handle Anak Buahnya
Sekadar info, CEO Meta Mark Zuckerberg sekarang ini memang sedang menjadikan AI sebagai harga mati, biar nggak kalah saing dari Google dan OpenAI. Saking fokusnya, Zuckerberg bahkan meminta para insinyurnya memakai AI untuk menulis kode pemrograman.
Zuckerberg juga membuat asisten digital berbasis AI untuk membantu tugasnya sebagai CEO, antara lain untuk mengumpulkan masukan dari karyawan.
Karyawan cemas dan investor mulai ragu
Keputusan untuk PHK di Meta yang kesekian kali ini tentu bikin suasana kerja di perusahaan itu jadi nggak tenang. Banyak karyawan merasa cemas dan frustrasi karena mental mereka ambruk akibat bayang-bayang PHK.