Belum lagi tindakan perusahaan yang melacak aktivitas perangkat karyawan melalui gerakan mouse dan ketukan keyboard, yang ternyata dipakai untuk melatih AI. Langkah tersebut bikin lebih dari seribu karyawan sempat menandatangani petisi yang meminta strategi itu dihentikan.
Di sisi lain, para investor juga mulai khawatir melihat pengeluaran Meta untuk AI yang diperkirakan tembus lebih dari Rp2.200 triliun pada tahun 2026. Banyak yang ragu apakah modal sebesar itu bisa balik untung dengan cepat.
Para analisis keuangan memperkirakan bahwa PHK massal terhadap 8.000 karyawan ini sebenarnya hanya menghemat sedikit anggaran jika dibandingkan dengan total biaya raksasa yang dikeluarkan Meta untuk membangun infrastruktur AI. Nggak heran karyawan merasa kecewa.
Artikel Terkait
Standard Chartered akan Memangkas Ribuan Karyawan Seiring Meningkatnya Penggunaan AI
Sempat Sepi Peminat, Gimana Sih Cara Mengajukan Permohonan Global Citizenship of Indonesia?
Dokumen Persyaratan bagi Eks WNI yang Ingin Mengajukan Visa Global Citizenship of Indonesia
Pemerintah Australia Menghentikan Pendaftaran Kampus Swasta untuk Mahasiswa Internasional
Garap Komedi Horor Pertama Kali, Imam Darto Banyak Memasukkan Adegan Dadakan di 'Gudang Merica'
Bukan Cuma Dark Chocolate, Ini 8 Makanan yang Bisa Bantu Redakan Stres
LRT Jakarta Buka LowonganKerja Jadi Passenger Service Agent, Simak Kualifikasinya