news

Overthinking sama Omongan yang Nggak Bisa Diubah di Kantor Jadi Penyesalan Terbesar Karyawan

Rabu, 10 Juni 2026 | 14:25 WIB
Ilustrasi: Salah satu penyesalan terbesar sebagian karyawan adalah terlalu lama bertahan di pekerjaan yang tidak mereka sukai. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Siapa yang sampai sekarang masih suka nyesel dengan salah satu keputusan yang pernah kamu buat di pekerjaan? Milih di perusahaan A, bukannya B. Atau menolak tawaran untuk naik jabatan karena enggan punya tanggung jawab tambahan, tapi ternyata... asudahlah.

Ternyata, kamu bukan satu-satunya orang yang pernah nyesel dengan keputusan karier. Penelitian terbaru dari penyedia perangkat lunak HR, Ciphr, mengungkapkan, hampir 8 dari 10 pekerja di Inggris punya penyesalan dengan pekerjaan mereka.

Kelompok usia 35–44 tahun adalah golongan yang paling sering menyesal, angkanya pun mencapai 87%. Sementara itu, hanya sekitar 21% orang yang merasa aman dan nggak punya penyesalan sama sekali.

Baca Juga: 8 Cara Mudah Menghadapi Rekan Kantor Bermuka Dua dan Tukang Cepu!

Apa saja penyesalan terbesar kita?

Peringkat pertama penyesalan terbesar kebanyakan karyawan adalah, overthinking atau galau sama kejadian dan percakapan di kantor yang sebenarnya sudah tidak bisa diubah (17%). Ini kebiasaan yang paling sering menghantui pekerja muda.

Sementara itu, penyesalan yang paling umum dirasakan karyawan antara lain:

• Terlalu lama bertahan di pekerjaan yang sama (16%).
• Lembur terus, atau mengabaikan keseimbangan hidup atau work-life balance (16%).
• Terlalu main aman, sehingga tidak mengambil peluang untuk memajukan karier (15%).
• Kurang menabung untuk dana pensiun atau tidak mulai menabung lebih awal (14%).
• Terlalu lama bertahan dengan atasan yang toxic (13%).
• Tidak memilih pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi (12%).
• Tidak mengejar pekerjaan impian atau karier yang sebenarnya diinginkan (11%).
• Tidak segera keluar dari pekerjaan yang tidak disukai (11%).
• Tidak lebih cepat berganti arah karier (10%).

Claire Hawes, Chief People and Operations Officer di Ciphr, bilang kalau penyesalan justru sering muncul dari hal-hal yang tidak kita lakukan.

"Temuan ini menunjukkan bahwa hal yang paling disesali orang biasanya adalah apa yang tidak mereka lakukan, kayak jalur karier yang tidak diambil, peluang kerja yang dilewatkan, atau masalah pekerjaan yang tidak segera diselesaikan."

Mengubah penyesalan jadi pelajaran

Baca Juga: 5 Cara Hemat Anggaran BBM Saat Harga Pertamax Naik

Hawes bilang, penyesalan seharusnya bisa jadi bahan bakar untuk maju. Nggak mungkin nggak ada orang yang ingin memperbaiki masa lalunya, kalau diberi kesempatan. Yang paling penting itu meluangkan waktu untuk belajar dari pengalaman kerja kita, baik yang baik maupun yang buruk.

"Penyesalan mungkin tidak selalu membantu, tapi itu bisa jadi motivator besar untuk menghindari situasi yang sama, membangun kesadaran diri, dan membuat keputusan yang lebih baik ke depannya," ujar Hawes.

Salah satu cara efektif untuk mengurangi penyesalan di masa depan adalah dengan rutin melakukan diskusi one on one dengan atasan. Menurut Hawes, sesi ini bukan cuma soal laporan kerja, tapi ajang untuk refleksi diri.

Halaman:

Tags

Terkini