Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, peraturan ini juga tetap ada. Bahkan meskipun turnamen dipindahkan ke bulan November-Desember untuk menghindari panas ekstrem di wilayah Qatar dan stadion-stadion di Qatar sampai menggunakan teknologi pendingin udara, FIFA tetap mempertahankan aturan cooling break jika kondisi cuaca mengharuskannya.
Ada yang berbeda ketika peraturan ini diterapkan di Piala Dunia 2026. Secara resmi, aturan hydration break/cooling break dilakukan:
- 2 kali per pertandingan,
- sekitar menit ke-22 babak pertama,
- sekitar menit ke-22 babak kedua (menit ke-67 pertandingan),
- durasi masing-masing berlangsung 3 menit, dan
- berlaku untuk seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026.
Peraturan ini pada dasarnya dijalankan untuk melindungi kesehatan pemain karena turnamen berlangsung pada musim panas di Amerika Utara. Kota seperti Dallas, Houston, Miami, Guadalajara, Monterrey, dan Mexico City dapat mengalami suhu serta kelembapan tinggi.
FIFA menerapkan hydration break ini secara lebih intensif dan mendapatkan kritikan keras, karena tidak semua stadion panas.
Seperti yang disampaikan pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa, yang dikutip oleh Reuters (20/06/2026), jeda waktu di tengah-tengah pertandingan itu bisa mengganggu ritme pertandingan.
Sedangkan pelatih Argentina, Lionel Scaloni, seperti yang dikutip oleh Reuters.com (21/06/2026) menyebut jeda tersebut dapat mengubah dinamika taktik pertandingan.
Sementara, dari sisi bisnis, jeda ini justru memberi peluang “cuan” karena bisa menjadi slot iklan yang lebih terprediksi bagi stasiun televisi.
Bagaimana menurut kamu? ***