news

Mengapa TikTok Terus Lakukan PHK di Tokopedia? Ini Penyebab dan Divisi yang Paling Terdampak

Jumat, 3 Juli 2026 | 14:17 WIB
Penyesuaian organisasi tengah dilakukan pada fungsi Research & Development agar lebih selaras dengan strategi bisnis Tokopedia ke depannya. (Tokopedia.com)

PejuangKantoran.com - Kabar mengenai PHK Tokopedia kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat. Ada 90% dari total karyawan Tokopedia yang disebut-sebut terdampak perampingan.

Induk usahanya, TikTok (ByteDance), akhirnya buka suara.

“Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini,” ujar juru bicara TikTok, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: On Cloud Mulai Libas Dominasi Nike di Pasar Sepatu Lari Premium. Siapa Pesaing Lainnya?

Pengurangan karyawan ini bukan yang pertama kali terjadi di Tokopedia. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama restrukturisasi yang berulang ini, dan divisi mana saja yang paling terkena dampaknya?

Penyebab utama restrukturisasi

Kalau dirunut ke belakang, PHK massal ini bukan hal baru sejak TikTok Shop resmi bergabung dan mencaplok 75% saham Tokopedia pada awal 2024 lalu. Di balik angka-angka pengurangan karyawan yang beredar, ada pola restrukturisasi strategis yang bisa kita tangkap.

Setidaknya ada tiga faktor utama yang mendorong ByteDance terus melakukan efisiensi di Tokopedia:

• Penghapusan posisi ganda

Pasca-merger senilai 1,5 miliar dollar AS tersebut, muncul banyak sekali posisi jabatan dan fungsi divisi yang tumpang tindih. Restrukturisasi dilakukan demi memangkas biaya operasional yang membengkak akibat menjalankan dua tim yang melakukan pekerjaan sama.

Baca Juga: Whatsapp bakal Rilis Fitur Username untuk Mencegah Nomor HP Tersebar Otomatis

• Berakhirnya era "bakar uang"

Para pengamat menilai industri e-commerce di Asia Tenggara telah memasuki fase baru. Era pertumbuhan agresif demi mengejar pasar (yang disebut-sebut sebagai praktik bakar uang) sudah selesai. Kini, platform besar wajib memprioritaskan efisiensi, profitabilitas, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang.

• Standardisasi global berbasis AI

Sebagai raksasa teknologi dunia, ByteDance mulai mengintegrasikan sistem global mereka yang berbasis kecerdasan buatan (AI) ke dalam operasional Tokopedia. Akibatnya, beberapa pekerjaan yang sebelumnya padat karya kini mulai beralih ke otomatisasi.

Halaman:

Tags

Terkini