news

Sudah 950 Juta Orang yang Pakai Gemini Setiap Bulan, Jauh Melampaui Ekspektasi Alphabet

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:15 WIB
CEO Google Sundar Pichai merasa sangat optimistis dengan pencapaian bisnis di Alphabet.. (LinkedIn/DPA)

PejuangKantoran.com - Kalau kamu sempat kepikiran investasi AI-nya Google cuma buang-buang uang, coba lihat laporan keuangan terbaru Alphabet. Laporan ini baru saja membuktikan sebaliknya, sehingga investor yang tadinya ketar-ketir jadi bernapas lega.

Bisnis Google Cloud mereka mendadak melesat drastis. Pendapatan dari layanan mereka melonjak sampai 82% dibanding tahun lalu, hingga angkanya menyentuh 24,8 miliar dollar AS.

Angka ini jauh di atas prediksi para analis Wall Street. Yang jadi pemicu utamanya nggak lain adopsi teknologi AI di tingkat perusahaan yang makin masif.

Baca Juga: Usai Tampil di Jeda Piala Dunia, Streaming Lagu-lagu Justin Bieber, BTS, dan Madonna Melesat!

Nggak cuma cloud, pendapatan total Alphabet (perusahaan induk Google) juga naik 24% jadi 119,8 miliar dollar AS. Laba bersihnya tercatat melesat hingga 112,1 miliar dollar AS.

Sementara itu, pengguna Gemini, AI milik Google, sekarang sudah tembus 950 juta orang per bulannya. Padahal di akhir tahun lalu angkanya masih di kisaran 750 juta.

CEO Google, Sundar Pichai, mengaku optimistis banget dengan pencapaian ini.

"Investasi AI kami mendefinisikan ulang apa yang mungkin dilakukan di setiap lini bisnis kami," ujar Pichai. "Kami melihat momentum yang sangat menjanjikan di semua lini."

Meski keuntungannya melimpah, pengeluaran Alphabet tetap terbilang fantastis. Tahun ini saja, belanja modal mereka untuk pembangunan pusat data dan pembelian chip AI diperkirakan mencapai 180 hingga 190 miliar dolar AS.

Para analis pun sempat mencecar Pichai dalam sesi earning call pada Rabu (22/7/2026) itu, mengenai kapan investasi raksasa itu benar-benar bakal balik modal.

Baca Juga: Karyawan yang Punya Sertifikasi AI Lebih Punya Peluang Naik Jabatan (Gaji Juga Ikut Naik)

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Sundar Pichai menegaskan bahwa permintaan pasar saat ini justru makin solid.

"Kami melihat indikator permintaan yang kuat, termasuk untuk kesepakatan jangka panjang," jelas CEO Google yang menjabat sejak 2015 ini.

"Menurut saya, dinamikanya justru terlihat jauh lebih sehat dibanding kondisi kita sekitar setahun lalu. Hal itulah yang memberi kami keyakinan untuk terus melakukan investasi."

Melihat tren pertumbuhan yang konsisten selama 12 kuartal berturut-turut, strategi AI Google sepertinya memang mulai menghasilkan buah yang manis.

Tags

Terkini