PejuangKantoran.com - Larangan di seluruh AS untuk menggunakan TikTok semakin gencar, dan mungkin terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Meskipun potensi larangan ini berakar pada pemerintahan era Donald Trump, tetapi sudah menjadi posisi politik yang semakin kuat di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.
Pemerintahan Joe Biden dilaporkan menuntut agar ByteDance, perusahaan induk TikTok di Beijing, China, menjual TikTok, atau resikonya TikTok akan dilarang di Amerika.
Kekhawatiran utama mengenai penggunaan TikTok adalah keamanan nasional. Kepemilikan TikTok oleh ByteDance dikhawatirkan akan memungkinkan pemerintah China mengakses data pribadi 150 juta pengguna layanan tersebut di Amerika.
Baca Juga: Ogah Dibilang Ikut-Ikutan TikTok, Spotify Luncurkan Feed Video Vertikal
Pemerintah federal pun sudah melarang karyawannya memasang aplikasi tersebut di perangkat resmi, dan ini menjadi cerita yang semakin umum di seluruh pemerintah negara bagian.
Ada juga kekhawatiran bahwa algoritma rekomendasi video TikTok dapat digunakan untuk mempromosikan tujuan kebijakan luar negeri China.
Tetapi kekhawatiran tersebut datang pada saat ketegangan antara kedua negara tersebut meningkat, membuat para pejabat AS lebih waspada daripada sebelumnya terhadap pengaruh China yang tumbuh di panggung dunia.
Tahun lalu, pemerintahan Biden mengumumkan peraturan baru yang bertujuan membatasi akses China ke teknologi canggih, dan telah melobi mitra internasional untuk melakukan hal yang sama.
Apa masalahnya?
Setiap potensi pelarangan aplikasi tidak cuma menjadi pertentangan peraturan atau hukum. Perlu dilihat juga bagaimana budaya Amerika sudah berubah secara signifikan, terkait dengan aplikasi milik asing.
Baca Juga: TikTok Akan Batasi Pemakaiannya Maksimal 1 Jam Sehari untuk Anak di Bawah 18 Tahun
Satu dari tiga orang Amerika menggunakan TikTok. Suka atau tidak suka, TikTok sudah menanamkan wacana tentang standar kecantikan, perampasan budaya, keuangan, privasi, dan pengasuhan anak.
Selain itu platform media sosial ini juga memengaruhi kebiasaan konsumsi dari buku hingga musik, mendorong bisnis kecil, dan membuat pengguna mengetahui permasalahan politik lainnya.
Penelitian lembaga riset Pew menemukan, semakin bertambah (walaupun tidak banyak) orang dewasa di Amerika yang sekarang juga mengonsumsi berita melalui di TikTok. Di pihak lain, konsumsi berita di platform media sosial lainnya mengalami penurunan.