news

Orangtuanya Diminta Klarifikasi, TikToker Lampung “Dajjal” Ungkap Kekesalannya

Sabtu, 15 April 2023 | 16:55 WIB
TikToker Bima Yudho Saputro ungkap kekesalannya mengapa harus orangtuanya yang memberikan klarifikasi. (Kolase Twitter @PartaiSocmed dan Instagram @awbimax)

Dan dia minta ada buku tabungan nggak? Kagak ada, di sini kagak ada buku tabungan, adanya debit card langsung. (Kata pihak kepolisian) ‘Ya udah, fotoin debit card lu’. Lu sekolah nggak? Lu tahu data privacy nggak? Lu minta debit card gue, lu fotoin. Ada gila-gilanya. Apa? Jangan ngadi-ngadi deh,” kata Bima kesal.

Bima pertanyakan tujuan profiling pihak kepolisian

Selain tidak terima orangtuanya diminta memberikan klarifikasi, mantan atlet cilik tenis meja ini juga mempertanyakan tujuan profiling yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Untuk apa mereka menanyakan ijazah, kata Bima, bahkan meminta offer letter miliknya dari Macquarie University di Australia.

Ini profiling apa sih tujuannya? Sampai minta home address gue di Australia. Gue bukan melakukan kriminal sekelas koruptor yang triliunan gitu atau gembong narkoba atau bahkan terorisme. Gue nggak melakukan hal itu. Gue hanya mengkritik provinsi daerah Provinsi Lampung yang antikritik dan tidak menerima masukan dari masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: TikToker Ini Sebut Lampung Kota “Dajjal”, Warganya Langsung Ikutan Curhat

Dengan melakukan hal ini dan meminta orangtuanya klarifikasi, pihak kepolisian dan pemerintah menurut Bima justru akan semakin “dirujak” oleh warganet.

Nyentuh keluarga gue lagi, datengin keluarga gue lagi, makin ketahuan. Lu pada makin banyak klarifikasi makin nggak selesai,” ucapnya.

Menurut Bima, sebenarnya jalan keluar masalah ini mudah, yaitu pemerintah Lampung mengakui kalau daerahnya memang masih belum berkembang. Bukan dengan justru mendatangi keluarganya yang semakin memperluas masalah. (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini