Baca Juga: 3 Alasan Indonesia Hentikan Bebas Visa Kunjungan untuk 159 Negara, Salah Satunya Soal Keamanan
"Kalau kamu lakukan itu, kamu (harus bersiap) mengucapkan selamat tinggal. Tidak mungkin ada orang yang turun dan menyelamatkanmu.
“(Bangkai kapal) Ini (dalamnya) 3.800 meter. Tidak ada kapal selam lain di dunia yang bisa turun untuk menyelamatkanmu, dan jika ada, jaraknya cukup jauh dan kamu akan mati terlebih dahulu," katanya.
Hal itu juga yang diucapkan oleh James Cameron, yang merebut gelar Best Director dari Academy Award melalui Titanic. Ia memperingatkan bahaya mengunjungi kapal karam legendaris itu setelah melakukan 33 kali penyelaman ke dasar lautan.
“Kamu akan pergi ke salah satu tempat yang paling tak mengenal ampun di dunia. Kamu tidak bisa menelepon bantuan untuk menjemputmu,” ucapnya.
Namun, terlepas dari risikonya, sutradara berusia 68 tahun itu mengatakan bahwa pengalaman menyaksikan apa yang belum banyak dilihat oleh manusia sebelumnya, lebih baik daripada karpet merah dan semua barang mewah yang ada.
Ia bahkan sudah merilis buku tentang penjelajahan dan pendokumentasian Titanic, setelah mengunjunginya lebih dari 30 kali.
"Saya tidak bisa memikirkan fantasi yang lebih besar daripada menjadi seorang penjelajah dan melihat apa yang belum pernah dilihat mata manusia sebelumnya," aku sutradara yang juga pakar laut dalam ini.
Sudah menduga akan terjadi ledakan
Berbeda dengan Titan, James pertama kali mengunjungi bangkai Titanic pada 1995 dengan kapal selam milik Rusia. Saat itu ia juga membuat foto-foto untuk cuplikan film Titanic.
Mengenai musibah hilangnya kapal selam wisata Titanic, Titan, James Cameron mengatakan dia diberitahu pada hari Senin bahwa suara dari kemungkinan ledakan kapal selam sudah terekam oleh perangkat akustik bawah air.
"Saya melacak beberapa intel yang mungkin berasal dari militer, meskipun itu mungkin penelitian -karena ada hidrofon di seluruh Atlantik- dan mendapat konfirmasi bahwa ada suara keras yang konsisten dengan ledakan," katanya kepada Anderson Cooper di CNN, Kamis (22/6/2023).
Dia mengatakan ledakan yang terjadi tidak mengejutkannya, karena dia merasa lambung serat karbon kapal selam Ekspedisi OceanGate pada dasarnya tidak cocok.
James mengatakan, penyelamannya dilakukan di kapal selam keramik yang lebih tahan terhadap tekanan kuat di bawah air.
Baca Juga: 5 Fakta Kapal Selam Titanic yang Hilang, Salah Satu Penumpang Ternyata Cicit Korban Titanic