Sejak mendengar kabar tersebut dia mulai berbicara dengan teman dan koleganya di industri laut dalam, dan langsung menduga bahwa sudah terjadi ledakan dahsyat.
"Satu-satunya skenario yang dapat saya pikirkan untuk menjelaskan hal itu adalah ledakan. Peristiwa gelombang kejut yang sangat kuat itu benar-benar mengeluarkan sistem sekunder yang memiliki bejana tekan sendiri, dan catu daya baterainya sendiri, yang merupakan transponder yang digunakan kapal untuk melacak keberadaan kapal selam," paparnya.
Senin (19/6/2023) lalu, Parks Stephenson, direktur teknis untuk film Titanic yang disutradarai James, mengatakan dirinya khawatir peristiwa kapal selam yang hilang itu bisa menjadi “tragedi besar”.
Parks juga ikut melakukan perjalanan dengan James ke kapal yang karam pada 1912 itu, saat mereka mengerjakan Titanic yang mendapatkan keuntungan lebih dari $2 miliar di box office.
Syukurlah, ia tidak pernah merasakan terjebak di dasar Laut Antartika bersama bangkai kapal Titanic, seperti yang dialami oleh James Cameron. (Elga Windasari)