PejuangKantoran.com - Mario Dandy sebagai terdakwa kasus penganiayaan David Ozora, tidak berhenti membuat kejutan. Kali ini dirinya mengaku berbohong mengenai keterlibatan Shane Lukas.
Pemuda 20 tahun itu mengatakan bahwa dirinya telah berbohong saat membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP), khususnya mengenai keterlibatan temannya, Shane Lukas, yang saat itu berada di lokasi kejadian penganiayaan.
Baca Juga: Shane Lukas Berkeras Bukan Pelaku, Pengacara David Beberkan Peran Aktif Shane pada 20 Februari
Saat di hadapan majelis hakim, Mario Dandy mengakui bahwa Shane Lukas sebenarnya tidak pernah memanas-manasi dirinya untuk menganiaya David. Ia dengan ringan mengatakan bahwa itu hanya “bikinan” dia.
"Dengan berat hati saya harus bilang bahwa saya berbohong mengenai Shane," katanya.
Mendengar hal ini, hakim lalu dengan tegas bertanya dan meminta Mario memberikan jawaban jujur.
"Ini di BAP pemeriksaan Saudara sebagai saksi, saya jelaskan kembali, Saudara mengatakan, ‘Kami parkir mobil di pinggir jalan untuk menuju lokasi yang dikirim D.
"Sampai di lokasi, kami masih di dalam mobil, lalu Shane tanya ke saya, 'Entar gue ngapain, Den? Mau gue ikut pukulin juga?' Lalu saya jawab, 'Entar lu videoin aja'. Ada nggak ngomong gitu?" tanya hakim.
Mario lalu dengan tenang menjawab, "Yang saya tulis di BAP ini bohong, Yang Mulia."
Saat ditanya alasan berbohong, anak ketiga mantan Ditjen Pajak Jakarta Selatan Rafael Alun Trisambodo ini berkata bahwa ia hanya ingin bilang Shane yang memprovokasinya.
Mendengar Mario berkata ini, Shane terlihat mengusap matanya menggunakan tisu. Ia seperti menangis saat temannya itu mengatakan kebenaran mengenai dirinya.
Baca Juga: Mario Dandy Mengaku Tidak Kasihan saat Menganiaya David Ozora
Hakim mengatakan, Shane Lukas tak perlu merasa berjasa
Meskipun mungkin merasa lega karena terbukti tidak memprovokasi Mario, tetapi Shane tetap mendapat perlakuan tegas dari hakim majelis.
Bahkan saat ia memberi keterangan mengenai dirinya yang membantu melerai Mario yang menganiaya David, anggota majelis hakim Tumpanuli Marbun sempat membentaknya.