news

Menkes Ungkap Praktik Bullying terhadap Dokter Muda, dari Kerjakan Tugas Senior hingga Antar Laundry

Jumat, 21 Juli 2023 | 16:14 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap praktik bullying di kalangan dokter dan rumh sakit terhadap dokter muda atau junior. (Twitter Kemenkes)

PejuangKantoran.com - Jika kamu berpikir kasus bullying hanya terjadi di lingkungan sekolah, kamu salah besar.

Di lingkungan kedokteran, termasuk di rumah sakit, banyak dokter dan calon dokter spesialis (mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis) yang menjadi korban bullying.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers "Memutus Praktik Perundungan Pada Program Spesialis Kedokteran" di Jakarta, Kamis (20/7/2023) lalu.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Sahkan RUU Kesehatan Jadi Undang-Undang, IDI Berencana Ajukan Judicial Review

Menurutnya, praktik bullying atau perundungan ini bisa menimpa semua pihak, mulai dari internship, dokter umum, hingga pendidikan dokter spesialis.

“Itu sudah terjadi berulang kali dan ini tidak hanya menyebabkan kerugian mental, tapi fisik dan juga finansial pada peserta didik," ujar Menkes Budi.

Budi mengatakan bahwa aksi perundungan ini dilakukan dengan alasan untuk pembentukan karakter calon dokter atau dokter spesialis.

Padahal, ia berpendapat bahwa pembentukan karakter dokter bisa dibentuk tanpa harus melakukan bullying.

Junior dijadikan asisten pribadi seniornya

Dalam konferensi pers tersebut, Menkes Budi juga menjelaskan apa saja bentuk perundungan yang selama ini terjadi di lingkungan kedokteran, yang sampai saat ini ia temukan.

"Contoh yang paling saya sering dengar yang pertama kelompok di mana peserta didik dijadikan asisten, sebagai sekretaris, sebagai pembantu pribadi lah. Suruh nganterin laundry, bayarin laundry, nganterin anak, bayarin parkir," paparnya.

Bukan hanya itu, banyak peserta didik yang juga diminta untuk mengerjakan tugas milik senior. Padahal hal tersebut tentu akan menghambat proses belajar peserta didik.

Bahkan, ada yang disuruh untuk mencari sendok plastik saat tengah malam karena saat itu ada acara makan-makan di tempat seniornya.

Para dokter ini memiliki WhatsApp Group bernama jarkom (jaringan komunikasi), yang harus selalu dipantau. Budi bilang, isinya adalah suruhan-suruhan yang sifatnya pribadi, yang jika tidak cepat dijawab maka juniornya akan dicaci maki.

Lalu, praktik bullying kedua yang juga banyak dilakukan adalah junior yang diminta untuk mengerjakan pekerjaan pribadi seniornya. Misalnya saja menulis tugas, jurnal, atau penelitian.

Halaman:

Tags

Terkini