news

Perusahaan Teknologi Rata-rata Mem-PHK 6% Karyawan, Pakar Bilang Karena CEO Saling Meniru!

Senin, 20 Februari 2023 | 07:23 WIB
Ilustrasi: Perusahaan teknologi rata-rata mem-PHK 6% dari tenaga kerjanya. (Freepik/Master1305)

Perampingan karyawan awalnya dilihat sebagai strategi yang meragukan, tetapi lama-lama menjadi normal, dan akhirnya memudahkan perusahaan untuk melaksanakannya.  

Di sisi lain, perekrutan besar-besaran industri teknologi dari 2019-2022 kemungkinan besar juga mengikuti tren: kalau semua orang melakukan, kenapa kita tidak? 

Sayangnya, menurut Surowiecki -yang juga kolumnis di The New Yorker, ledakan PHK ini disebut menjadi peniruan karena tidak dipertimbangkan dengan baik. Logika yang mendasarinya adalah sebagai berikut.

Perusahaan teknologi memiliki kelebihan staf pada pertengahan tahun 2022. Tetapi tidak ada algoritma yang mudah untuk mengetahui berapa banyak kelebihannya. Jadi melirik apa yang dilakukan perusahaan lain dalam industri mereka adalah respons yang wajar.

Ini contoh dari apa yang disebut psikolog sosial sebagai "social proof” (bukti sosial), yaitu ketika orang berada dalam situasi ambigu di mana cara berperilaku yang benar tidak jelas, maka mereka akan melihat apa yang dilakukan orang di sekitar mereka untuk memutuskan apa yang harus dilakukan.

Baca Juga: Permintaan PC dan Laptop Menurun 37%, Dell Akan Mem-PHK 6.650 Karyawan

Perusahaan teknologi juga berusaha membuat dua konstituen yang berbeda senang: karyawan mereka, yang biasanya dibuat cemas oleh layoff, dan investor, yang umumnya mencintai mereka.

Jika mereka memotong terlalu banyak, hal itu akan memperburuk karyawan. Tetapi kalau mereka memotong terlalu sedikit, investor akan menjadi kritis.

Dengan demikian, CEO membutuhkan angka yang tampaknya masuk akal untuk melindungi mereka dari kritik. Dari situlah muncul angka 6%, karena itulah yang telah ditetapkan oleh begitu banyak perusahaan lain, dan khususnya kelas berat seperti Amazon dan Alphabet.

Lagi pula, kalau keputusan itu merupakan langkah bodoh, mengapa semua orang melakukannya? Perusahaan teknologi boleh membanggakan diri karena berpikir out of the box. Tetapi ketika menyangkut perekrutan dan pemecatan, mereka seperti bagian dari kawanan.

Halaman:

Tags

Terkini