PejuangKantoran.com - Ironis, ketika banyak perusahaan yang melakukan PHK massal, masalah sebaliknya justru dirasakan oleh perusahaan. Perusahaan di Indonesia mengaku mereka mengalami talent shortage alias kekurangan tenaga kerja.
Talent shortage atau kekurangan tenaga kerja ini disebabkan karena ketidakseimbangan antara jumlah lowongan dengan jumlah pelamar yang ada. Meski ada PHK massal tapi nyatanya kondisi ini masih terjadi di Indonesia.
Menurut data dari Jobstreet Indonesia soal talent shortage atau kekurangan tenaga kerja pada Agustus 2022, total lowongan yang tersedia adalah 39.842. Sedangkan, total jumlah pelamar kerja aktif di akhir Agustus tercatat sebanyak 560.994. Artinya, hanya 7.1% talenta yang akan mendapatkan pekerjaan melalui platform tersebut. Sisanya, 92.9% talenta tidak bisa atau kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Baca Juga: Тips Mengurangi Meeting Agar Pekerjaan Kamu Nggak Keteteran
Jumlah pelamar yang tinggi membuat perekrut kesulitan menyaring talenta yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pasalnya, resume yang diterima oleh perekrut dapat mencapai ratusan bahkan ribuan dalam sehari. Kondisi tersebut dapat membuang waktu perekrut hanya untuk menyaring resume. Belum lagi, perekrut masih harus melakukan proses rekrutmen selanjutnya.
Faktor apa yang memengaruhi kekurangan tenaga kerja ini?
Berdasarkan data Dukcapil dari laman Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk di Indonesia pada semester I-2022 adalah sebanyak 275.361.267 jiwa. Sekitar 1.7 juta di antaranya adalah lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya. Namun ini tak berarti kalau mereka semua siap kerja.
Faktor lain yang menyebabkan hal ini antara lain:
1. Jumlah penduduk yang terus bertambah
Berdasarkan Katadata, jumlah penduduk Indonesia terus mengalami meningkatkan di setiap tahunnya. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia tumbuh sebesar 1.17% pada 2022.
Baca Juga: Lowongan UI/UX Writer Intern di PT Bank BTPN Tbk buat Para Lulusan Baru dan Mahasiswa Tahun Akhir
2. Jumlah lowongan pekerjaan terbatas
Jumlah lowongan jauh lebih sedikit dibanding pencari kerja. Berdasarkan data Reeracoen Indonesia, jumlah lowongan yang tersedia saat ini tidak lebih dari 10% dari total pencari kerja per November 2022.
3. Ketimpangan keterampilan talenta
Artikel Terkait
Tips La Ode: Seafood Segar dari Timur Indonesia Tak Perlu Diolah dengan Banyak Bumbu
Pada Usia Berapa Kebutuhan Anak Menghabiskan Biaya Paling Tinggi? Orangtua Baru Mesti Siap-siap!
Sisa Sabun yang Tertinggal di Piring di Restoran Bisa Memicu Berbagai Gangguan Kesehatan
5 Alasan Mengapa Kita Terlalu Sering Mengadakan Meeting yang Tidak Perlu
Registrasi Wajah Diperlukan Saat Mengaktifkan Kamera Selama Online Test Rekrutmen BUMN
Efek Buruk yang Terjadi Jika Kita Terlalu Sering Meeting