4 Syarat Menjadi Perias Pengantin Adat Jawa Seperti Erina Gudono (Puasa Juga Wajib!)

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 13 Desember 2022 | 18:02 WIB
Tidak sembarang orang bisa menjadi juru paes pengantin adat Jawa seperti saat pernikahan Erina Gudono. (Instagram @erinagudono)
Tidak sembarang orang bisa menjadi juru paes pengantin adat Jawa seperti saat pernikahan Erina Gudono. (Instagram @erinagudono)

PejuangKantoran.com - Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono menyisakan banyak cerita menarik. Pemberitaannya di berbagai televisi nasional membuat penonton jadi menyimak tentang upacara adat pengantin Jawa. Termasuk, tentang peran perias pengantin yang tidak sekadar merias wajah dan rambut sang pengantin.

Di tangan mereka, pasangan pengantin serta upacara perkawinannya menjadi semarak dan bermakna, mencerminkan tingginya nilai budaya yang mendukungnya. Tidak sembarang orang bisa menempati peran tersebut, karena ada berbagai syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi perias pengantin.

Menurut R. Sri Supadmi Murtiadji dalam bukunya, Tata Rias Pengantin & Adat Pernikahan Gaya Yogyakarta Klasik – Corak Paes Ageng (Erina Gudono menggunakan Paes Ageng Jogja ini), perias pengantin adat Jawa punya banyak sebutan, di antaranya juru paes, dukun paes, bahkan mbah dukun.

Baca Juga: Alis Bercabang Erina Gudono Dibilang Aneh, dan Siger Sunda yang Merajalela

Juru paes dapat diartikan sebagai orang yang pekerjaannya merias. Karena yang dirias adalah pengantin, maka disebut juru rias pengantin atau perias pengantin.

Kata "dukun" berarti orang yang menyembuhkan orang sakit -bukan hanya fisik tetapi juga karena gangguan roh jahat- meramal peristiwa, dan sebagainya. Sedangkan kata “mbah” berarti kakek atau nenek, sebutan untuk orang yang dituakan.

Sebutan-sebutan itu menandakan bahwa perias pengantin di Jawa tidak persis sama fungsinya dengan penata rias atau makeup artist yang saat ini banyak ditemukan. Perias pengantin bagi masyarakat Jawa dianggap sebagai orang terhormat dan mengetahui seluk-beluk upacara perkawinan adat.

Oleh karena itu, perias pengantin diharapkan memenuhi syarat-syarat tertentu. Tentunya syarat-syarat ini terus berubah sesuai perkembangan zaman dan pandangan masyarakat tentang peran seorang juru paes. Berikut empat syarat untuk menjadi perias pengantin secara umum:

Baca Juga: Presiden Jokowi Memakai Beskap Pink Fuchsia Saat Siraman Kaesang. Apa Makna Warna Fuchsia?

Syarat keterampilan
Perias pengantin harus menguasai keterampilan teknik merias wajah dan rambut sekaligus menguasai tata busana pengantin, sehingga mempelai tampak seperti raja dan ratu sehari.

Juru paes diharapkan juga bisa menjadi sumber informasi tentang bagaimana upacara perkawinan adat Jawa diselenggarakan, dan arti sarana dan prasarana upacara adat yang sarat dengan makna simbolis. Sebagai tradisi lisan, juru paes lah yang pada umumnya dipandang sebagai pewaris upacara adat ini.

Syarat pengetahuan
Pengetahuan yang dimaksud khususnya tentang cara dan rangkaian upacara perkawinan adat Jawa -baik gaya Yogyakarta maupun gaya Surakarta. Bagaimana panduan upacara secara rinci dan kronologis, serta makna simbolis dari rangkaian upacara dengan segala kelengkapannya.

Upacara adat semacam ini banyak menggunakan perangkat lambang yang bermakna sebagai pernyataan sikap laku di samping berfungsi sebagai sumber informasi.

Maka selain bertugas merias, juru paes juga bertanggung jawab secara tidak langsung mengenai lengkap tidaknya serta lancar tidaknya tata upacara yang diselenggarakan.

Baca Juga: Pernikahan Kaesang Erina Diramaikan Panggung Makanan: Ini Loh Perusahaan Saya, Saya Pamer

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X