PejuangKantoran.com - Saat Zoom atau Google Meet lemot, tidak ada peserta rapat yang lebih panik daripada si Gen Z. Menurut survei global HP terhadap 10.000 karyawan, Gen Z adalah karyawan yang paling merasa terganggu dengan masalah teknologi di tempat kerja.
Hal ini agak mengherankan sih, mengingat generasi termuda di dunia kerja ini digital native. Mereka lah yang sering ditugaskan untuk menjelaskan tentang cara kerja aplikasi atau gadget model baru kepada rekan mereka yang lebih tua. Namun masalah teknologi bisa membuat Gen Z merasa tertekan.
Sebanyak 1 dari 5 pejuang kantoran berusia muda mengaku merasa dihakimi karena memiliki masalah teknologi, sementafortunera hanya 1 dari 25 karyawan yang lebih tua yang merasakan hal yang sama.
Baca Juga: Walaupun Terlihat Pede, Karyawan Gen Z Masih Butuh Atasan yang Mengayomi
Gen Z kemungkinan juga 10 kali merasa lebih malu saat mengalami gangguan teknologi ini dibandingkan rekan mereka yang berusia di atas 40 tahun.
Debbie Irish, Kepala SDM HP di Inggris dan Irlandia, mengatakan kepada WorkLife, ada beberapa alasan yang memicu rasa malu tersebut. Pertama, mungkin terkait dengan ketidakmampuan membeli perangkat teknologi yang lebih baik seperti yang bisa dilakukan rekan kerja senior.
Penyebabnya jelas, sebagian besar Gen Z masih bekerja dengan gaji tingkat pemula. Secara umum mereka mungkin juga merasa kurang percaya diri di tempat kerja.
“Beberapa karyawan muda memasuki dunia kerja untuk kali pertama dengan sistem yang sepenuhnya virtual,” kata Irish. “Mereka punya waktu tatap muka lebih sedikit di kantor daripada generasi lainnya, dan memiliki akses terbatas ke karyawan senior, mentor, dan bahkan atasan mereka.”
Baca Juga: Startup Teknologi Menjadi Kiblat Dunia Kerja, Gen Z Jadi Ogah Bekerja di Bank
Repotnya, seperempat dari Gen Z pilih mangkir dari rapat kalau mereka merasa teknologi akan menimbulkan gangguan. Masih menurut laporan HP, persentase itu turun menjadi 6% untuk mereka yang berusia 40 tahun ke atas.
Sementara itu, LaSalle Network menemukan bahwa lulusan universitas angkatan 2022 mencantumkan keterampilan teknis sebagai hal teratas yang belum cukup mereka kuasai untuk memasuki dunia kerja.
Tanggung jawab yang mereka pikul untuk memimpin orang lain dalam masalah teknologi juga membuat Gen Z merasa malu saat mengalami kesulitannya sendiri. Meskipun menjadi sumber pengetahuan bisa membuat mereka merasa penting, tetapi melakukannya setiap hari ternyata cukup melelahkan.
Karyawan Gen Z rata-rata menghabiskan sekitar delapan jam dalam seminggu untuk membantu rekan kerja mereka yang lebih tua menemukan file komputer mereka, menurut survei terhadap 1.000 pekerja oleh perusahaan sotware OSlash.
Baca Juga: Gen Z Rela Diberi Tugas dan Posisi Rangkap Demi Imbalan Lebih dan Kenaikan Karier
Lebih dari seperempat Gen Z juga mengaku tidak bisa melakukan pekerjaan rutin karena harus menangani tugas-tugas teknis.
Artikel Terkait
Yuk, Tonton Live Show Video untuk Single "I’m from…” yang Dibawakan INTO1 SANTA
5 Kebiasaan yang Membuat Karyawan Lebih Produktif Sepanjang Hari
Kenapa Sih Surat Resign Disebut A Letter to Elise?
Contoh Follow Up Email Bahasa Indonesia untuk Lamaran Kerja yang Belum Direspons
Lowongan Kerja di TikTok, Jadi Content Moderator: Ini Syaratnya