Layanan "Buy Now, Pay Later" Bikin Kamu Membayar 20% Lebih Mahal, Jangan Dibiasakan!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 3 Desember 2024 | 08:03 WIB
Ilustrasi: Layanan  (Freepik/Benzoix)
Ilustrasi: Layanan (Freepik/Benzoix)

Di sisi lain, skema cicilan yang terasa ringan dapat membuat konsumen merasa memiliki lebih banyak uang sehingga mendorong perilaku belanja impulsif yang berlebihan.

Utang generasi muda semakin meningkat

Meskipun BNPL menawarkan berbagai keuntungan, risiko keuangan tetap menjadi perhatian utama.

Menurut laporan dari Credit Karma, saldo kartu kredit generasi Z dan milenial di AS sejak Maret 2022 meningkat lebih dari 50% karena kenaikan suku bunga.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Turun 10% selama Libur Nataru 2024, Ongkos Jakarta-Bali Lebih Murah!

Akibat kondisi ini, banyak anak muda menghadapi keuangan yang kurang stabil selama musim liburan.

Sementara di Indonesia, hal serupa juga terjadi. Data menunjukkan bahwa pengguna rutin BNPL di Indonesia naik dari 23% pada 2021 menjadi 27% pada 2022.

Jadi, meski bermanfaat bagi bisnis, generasi muda sebagai konsumen harus bijak menggunakan Buy Now, Pay Later agar tidak terjebak utang kartu kredit yang semakin lama semakin menumpuk. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Kompas.com, Tirto.id, Boxden

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X