7 Kebiasaan Finansial dari Keluarga Pekerja yang Diturunkan dari Orang Tua yang Masih Melekat Hingga Sekarang

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 9 September 2025 | 13:14 WIB
Belanja dengan memanfaatkan diskon adalah salah satu kebiasaan finansial warisan orang tua yang masih sering kita terapkan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Belanja dengan memanfaatkan diskon adalah salah satu kebiasaan finansial warisan orang tua yang masih sering kita terapkan. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Kebiasaan terkait dengan uang tidak muncul begitu saja. Banyak yang terbentuk sejak kecil, bahkan tanpa sadar menirunya dari orang tua.

Sama seperti resep masakan turun-temurun, pola pikir keuangan juga sering jadi warisan.

Bagi kamu yang tumbuh di keluarga kelas pekerja, kebiasaan itu dulunya adalah strategi bertahan hidup karena kondisi keuangan terbatas yang membuat setiap keputusan harus dilakukan hati-hati.

Kebiasaan ini sering kebawa sampai dewasa, padahal situasi sudah berubah. Ada yang masih bermanfaat, tetapi ada juga yang justru membuat kamu susah berkembang.

Berikut tujuh kebiasaan keuangan khas keluarga kelas pekerja yang mungkin masih melekat sampai sekarang.

  1. Selalu cari diskon

Kalau dari kecil kamu melihat orang tua belanja memanfaatkan promo atau beli satu gratis satu, wajar kalau sampai sekarang insting kamu langsung melirik rak diskon.

Sisi positifnya, kamu jago berhemat. Namun, terkadang yang dibeli malah bukan barang yang dibutuhkan, hanya karena merasa “menang” dapat harga lebih murah.

Baca Juga: 5 Tipe Finansial yang Menggambarkan Gaya Hubungan Seseorang dengan Uang

  1. Kerja keras = nilai uang

Banyak keluarga kelas pekerja menanamkan prinsip bahwa “makin banyak jam kerja, makin banyak uang”.

Jadi, ketika dapat uang dengan cara “mudah”, misalnya dari kerja kreatif atau hasil investasi, sering muncul rasa bersalah. Padahal, kerja cerdas juga sah-sah saja.

  1. Simpan barang “jaga-jaga”

Pernah lihat ada orang yang punya laci penuh kantong plastik atau tali bekas roti? Itu refleks lama yang memiliki prinsip “siapa tahu nanti butuh.”

Ini memang membuat kamu jadi kreatif dan hemat, tetapi lama-lama bisa menumpuk jadi barang tak terpakai.

  1. Takut utang

Bagi banyak keluarga, utang itu menakutkan karena mudah terjerat bunga dan tagihan.

Akibatnya, saat dewasa kamu jadi ragu pakai kartu kredit atau ambil pinjaman, meski sebenarnya bisa dimanfaatkan dengan bijak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Vegoutmag.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X