Menanggapi situasi ini pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabiliyas dan kredibiltas bangsa. “Dan ini juga berlaku untuk kredibilitas pasar modal, melalui beberapa langkah strategis,” ujar Airlangga kepada wartawan di luar kantor Dana Kekayaan Negara Danantara Indonesia, Reuters (30/01/2026).
Pemerintah, seperti yang disampaikan oleh Airlangga, termasuk meningkatkna fokus pada rencana demutualisasi (mengubah struktur kepemilikan dan tata kelola) Bursa Efek Indonesia (IDX), yang sudah direncanakan sebelum kejatuhan pasar.
Selain itu juga akan menggandakan free float saham menjadi 15%, sebagaimana diumumkan oleh otoritas pasar keuangan sehari sebelumnya. Free float adalah persentase saham perusahaan yang dimiliki publik dan aktif diperdagangkan tidak dikunci oleh pemilik pengendali, pemerintah, atau pemeganga saham strategis. ***
Artikel Terkait
Pekerja Kantoran Bisa Cari Cuan lewat Investasi Reksadana Pendapatan Tetap, Begini Cirinya
Saham Airbnb yang Dulu Populer Kini Anjlok 14% Gara-gara Masalah Mendasar Ini
Akibat IHSG Trading Halt 30 Menit, Marina Budiman Kehilangan Setengah Kekayaannya dalam Waktu 3 Hari
Investor Newbie Mesti Tahu Beda Reksa Dana dan Saham, Apa Keuntungan dan Risikonya?
8 Istilah Investasi yang Perlu Kamu Pahami sebelum Membeli Obligasi Ritel Seri ORI029
Lonjakan Investor Ritel Dorong Penguatan Sistem dan Literasi Transaksi Digital