PejuangKantoran.com - Di media sosial, kamu pasti sering menemukan selebriti atau influencer yang mengatakan bahwa aplikasi tertentu berhasil membuatnya mendapatkan lebih banyak uang. Bahkan, ada yang mengatakan dengan bermain game tertentu, bisa mendatangkan uang.
Meskipun terlihat menggiurkan dan mudah dilakukan, tetapi kamu sebaiknya tidak mendengarkan mereka yang berlagak menjadi "ahli keuangan" ini. Pada dasarnya, mereka bukan benar-benar ahli dan omongan mereka tidak bisa dipercaya 100%.
Kamu harus berpikir dua kali sebelum menerima saran keuangan apa pun dari orang-orang yang kamu kagumi ini.
Baca Juga: Pelamar Tak Datang ke Jadwal Interview yang Sudah Dijanjikan? Ini Cara Menghadapinya
Dibayar untuk beriklan
Ingat, para selebriti atau influencer ini bukan sedang membagikan pengalaman nyata yang dialaminya. Mereka melakukannya karena dibayar.
Di Amerika, United States Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat menyatakan bahwa promosi investasi yang dilakukan selebriti atau influencer dapat melanggar hukum.
Apalagi jika mereka tidak mengungkapkan dengan jelas bahwa itu adalah iklan berbayar.
Meski aturan ini berlaku untuk semua jenis saran investasi, tetapi peringatan SEC semakin terfokus pada selebritas atau influencer yang mendorong aset di dunia crypto yang sangat fluktuatif.
Baca Juga: Profil Tim Bulu Tangkis Beregu Putra Indonesia di SEA Games Kamboja 2023 yang Sabet Medali Emas!
“Ini (crypto) adalah aset yang sangat spekulatif. Jadi, ketika seorang selebritas atau influencer menggembar-gemborkannya, penting bagi publik untuk memahami apakah mereka dibayar atau tidak dan berapa banyak bayaran mereka di Instagram mereka,” jelas Ketua SEC Gary Gensler.
Bersikap skeptis terhadap saran keuangan dari selebriti dan influencer
Jika kamu masih ingin mencoba saran dari selebriti atau influencer karena kamu sudah mempercayai mereka. berikut beberapa hal yang perlu diingat,menurut SEC.
- Apakah saran ini merupakan promosi berbayar? Kamu harus tahu dan yakin apakah saran ini tidak memihak karena itu memang pengalaman pribadi mereka atau itu menjadi bagian dari promosi berbayar.
- Apakah kamu punya alasan lain untuk melakukan investasi ini? Pada dasarnya, keputusan investasi apa pun tidak boleh hanya didasarkan pada omongan dari selebriti atau influencer. Apalagi jika kamu tahu mereka dibayar untuk melakukan itu.
- Apa kredibilitas mereka? Selebriti atau influencer yang memberikan saran keuangan dan investasi seringkali tidak memiliki keahlian yang memadai. Apalagi untuk memastikan bahwa hal yang disarankannya itu sesuai dengan undang-undang sekuritas.
- Sudahkah kamu melakukan penelitian sendiri? Jika kamu tertarik karena kata-kata selebriti atau influencer, pelajari lebih lanjut tentang hal itu. Pertimbangkan apakah rekomendasi itu benar-benar masuk akal atau hanya sekadar iklan.
Baca Juga: Penipuan Berkedok Kerja “Freelance” Kembali Makan Korban, Pegawai PPSU Kehilangan Rp28 Juta
Artikel Terkait
Daffa Wardhana Belajar Bahasa Bali Langsung di Lokasi Saat Syuting Bukannya Aku Tidak Mau Nikah
Arnold Poernomo dan Tim Juru Masak di Balik Sajian Menu Makanan di KTT ASEAN 2023
4 Dugaan Aksi “Halalkan Segala Cara” ala Kamboja Agar Jadi Juara di SEA Games 2023
Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran Dinonaktifkan, Husein Ali Batal Mundur Jadi Guru
Jangan Utang, Ini Tips Menabung Dalam Waktu Singkat untuk Beli Tiket Konser Coldplay
Coldplay Disebut Band dengan Bayaran Tur Konser Termurah
PT Shell Indonesia Buka Lowongan Category Manager Food Service untuk Bisnis Non-Bahan Bakarnya
Penipuan Berkedok Kerja “Freelance” Kembali Makan Korban, Pegawai PPSU Kehilangan Rp28 Juta