saving

Ini Penyebab Orang yang Ditagih Utang Lebih Galak Menurut Psikiater IPB University

Rabu, 4 Februari 2026 | 18:35 WIB
Ketika ditagih utang orang lebih galak, ternyata bukan masalah sikap dan perilaku personal, malah wajar kata psikiater IPB. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Lalu apa yang harus dlakukan penagih ketika menghadapi peminjam yang lebih galak saat ditagih utang? Dr Riati sendiri mewanti-wanti agar penaghih saat menghadapi penghutang yang galak jangan langsung melawan atau menekan.

Sebab, menurutnya pada dasarnya mereka tidak ingin mencari keributan, hanya sedang tertekan dan kewalahan.

Berikut ini, rekomendasi menghadapi orang-orang seperti ini saat ditagih, dari sejumlah sumber:

  1. Gunakan Komunikasi yang Tenang dan Kooperatif
  • Ajukan pertanyaan secara sopan dan hindari nada menuduh. Dari kalimat “Kenapa kamu belum bayar?” menjadi “Bisakah kita bahas kesulitan yang terjadi?”
  • Nada suara yang lebih rendah dan ekspresi wajah yang ramah cenderung membuat lawan bicara lebih tenang.
  1. Alihkan Fokus dari “Tagihan” ke “Solusi Bersama”
  • Diskusikan kemungkinan opsi penyelesaian: skema cicilan baru, tanggal pembayaran yang lebih realistis, atau penjadwalan ulang.
  • Ini mengurangi tekanan emosional karena fokus bukan hanya pada tuntutan, tapi pada kesepakatan bersama.

Baca Juga: Bebas Utang, Faktor Nomor 1 yang Bikin Orang Merasa Aman secara Finansial. Begini Cara Mencapainya!

  1. Validasi Perasaan Orang Tersebut
  • Ucapkan hal seperti: “Saya mengerti ini terasa berat dan membuat stres.”
  • Validasi emosi tidak berarti setuju dengan perilaku. Ini membantu menurunkan defensif.
  1. Jadwalkan Bicara Ketika Orang Lebih Tenang
  • Hindari menagih saat situasi sedang memuncak stresnya. Misa, pagi hari langsung setelah bangun tidur atau di tengah suasana ramai.
  1. Pisahkan Masalah Finansial dari Hubungan Pribadi
  • Jika ini melibatkan teman/keluarga, tekankan bahwa hubungan personal tetap terjaga, dan tagihan adalah masalah terpisah yang harus dibicarakan secara rasional.
  1. Hindari Konfrontasi dan Ancaman
  • Mengancam hukum atau menekan akan memperbesar rasa terancam pada lawan bicara dan berpotensi memperburuk reaksi emosional.

Semoga berhasil! ***

Halaman:

Tags

Terkini