PejuangKantoran.com - Meskipun memberikan tip sudah menjadi hal yang lumrah di tempat makan dan di berbagai bidang jasa lainnya, konsumen selama liburan mungkin merasakan lebih banyak tekanan untuk memberikan ekstra tip bagi para pelaku di industri jasa.
Sebenarnya, memberikan tip di konter tidak diperlukan, begitu menurut pakar gaya hidup dan etiket Elaine Swann kepada Fox News Digital. "Etiket akan menentukan bahwa itu bukan keharusan," katanya.
Di Indonesia, biaya layanan pun biasanya sudah dibebankan melalui service charge pada bon pembayaran di restoran. Artinya, tidak ada keharusan untuk memberikan tip tambahan. Kalau mau (karena kamu puas dengan layanannya), silakan. Kalau tidak, tidak apa-apa.
Baca Juga: Liburan Juga Bisa Buat Renovasi Rumah, Ini Tipsnya Biar Gak Boncos Akhir Bulan
Di pihak lain, ada beberapa layanan yang memang mengandalkan tip sebagai tambahan penghasilan pekerjanya, misalnya jasa parkir vallet, bell boy di hotel, petugas keramas dan penggunting rambut di salon, pengemudi taksi atau driver ojol, demikian seperti dikutip Finansialku.com.
Besaran tip maksimal 10% dari total tagihan (bisa kurang), jadi selalu siapkan uang receh. Tetapi kalau kamu tidak punya uang receh sehingga sadar tidak bisa memberikan tip, lebih baik tidak usah menggunakan jasa orang tersebut. Misalnya, saat membawa koper dari lobi hotel ke kamar.
Pandangan lain diberikan Swann, yang juga pendiri The Swann School of Protocol di California. Menurutnya, memberikan tip bisa disesuaikan dengan status pekerja di restoran atau tempat di bidang jasa lainnya.
Sebagian besar pramusaji yang menunggu meja di restoran atau bar tidak mendapatkan gaji penuh dan mengandalkan tip untuk mencari nafkah.
Baca Juga: Sistem Tipping Starbucks yang Baru Memungkinkan Pelanggan Memberi Tip via Kartu Kredit
Namun, karyawan yang bekerja di belakang loket dan kasir kemungkinan besar sudah mendapatkan gaji standar. Jadi kalau dia menerima tip itu berarti "di luar" penghasilan tetap mereka.
"Biasanya, yang terjadi adalah pemilik perusahaan itu menawarkan tunjangan kepada karyawan, tetapi membebankan tunjangan itu pada (tip dari) konsumen," katanya.
Menambahkan tip terasa seperti kewajiban bagi pelanggan, karena sudah ada di dalam sistem check out di kasir. "Tetapi itu tidak sejalan dengan standar dan praktik yang sama seperti pemberian tip kamu pada server restoran," tambahnya.
Akan tetapi, boleh banget kalau mau memberikan tip jika kamu merasa layanannya luar biasa, terutama kalau kamu sudah menjadi pelanggan tetap atau memesan dalam jumlah besar.
Pelanggan yang merasa terbebani untuk memberikan tip perlu tahu bahwa orang yang berdiri di belakang konter akan mendapatkan upah harian, terlepas dari apakah mereka diberi tip atau tidak, kata Swann.
Baca Juga: 5 Resolusi Keuangan Tahun Baru 2023 yang Terukur dan Mudah Dicapai
Artikel Terkait
Katanya Mau Resign, tapi Nggak Resign-resign. Alasan Mengapa Orang Galau Mau Resign
Langkah-langkah Membeli Tiket KA Bandara Pakai QRIS di Vending Machine
Resolusi Tahun Baru ala Gen Z Tidak Lagi Terpusat pada Body Goals
Tips Jitu Agar Resolusi Tahun Baru Kamu Bisa Terwujud
5 Resolusi Tahun Baru yang Mudah untuk Diwujudkan