PejuangKantoran.com - MD Entertainment merilis trailer film Laura: A True Story of A Fighter, yang diadaptasi dari kisah hidup selebgram Edelenyi Laura Anna atau Laura Edelenyi.
Laura terkena cedera tulang belakang dan dislokasi tulang leher usai mengalami kecelakaan mobil bersama mantan kekasihnya, Gaga Muhammad, Desember 2019. Akibatnya, Laura mengalami kelumpuhan.
Mirisnya, kecelakaan tersebut terjadi akibat kelalaian sang mantan dalam mengemudi. Laura akhirnya meninggal dunia di tengah upayanya mendapat keadilan atas mantan kekasihnya.
Baca Juga: Pemutaran Trailer Kisah Laura Edelenyi dalam Laura: A True Story of A Fighter Bikin Haru!
Merasa kisah ini mempunyai makna yang dalam, produser Manoj Punjabi menambahkan tag line “A True Story of A Fighter” pada judul filmnya yang semula hanya “Laura”.
Keputusan Manoj ternyata sejalan dengan apa yang ditulis (alm) Laura di bio Instagram-nya.
“Waktu ngobrol dengan tim marketing, saya asal bilang saja, bagaimana kalau misalnya (ditambah) ‘a true story of a fighter’.
“Karena cerita ini memang berdasarkan true story dan saya melihat Laura itu fighter abis!” kata Manoj saat konferensi pers trailer Laura: A True Story of A Fighter di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Ketika bertemu kakak Laura, Greta Irene, untuk mengusulkan tag line tersebut, ternyata Laura pun menulis dirinya sebagai “Spinal cord injury of a fighter” pada bio Instagram-nya.
“Jadi, sesuai banget, sangat menggambarkan film ini!” tambah Manoj.
Baca Juga: 8 Penulis Novel Baru Bahas Karya Debut Mereka, dari Soal Time Travel hingga Bertukar Suami
Walaupun film ini diangkat dari kisah nyata, baik Manoj maupun sutradara Hanung Bramantyo menegaskan bahwa film Laura dibuat sebagai hiburan, dan hanya mengambil sudut pandang Laura dan keluarganya.
Selebihnya, tokoh atau karakter yang ditampilkan adalah tokoh fiksi, termasuk kekasih Laura Edelenyi yang dihadirkan bukan dengan nama aslinya. Tokoh Jojo, begitu namanya, diperankan oleh Kevin Ardillova.
“Film adalah realitas yang diciptakan. Jadi, ketika orang mencari data di dalam bioskop, itu sudah salah. Jika ingin mencari data atau kebenaran, jangan ke bioskop.
“Bioskop adalah entertaining. Kita memang menghadirkan sosok yang nyata, tetapi itu adalah sebuah realitas yang kita ciptakan.
Artikel Terkait
Duh Aturan Bank Diperketat, Buka Tabungan Bisa Jadi Sulit
ArtMoments Jakarta 2024 Kembali Digelar, Tapi Ini Hari Terakhir!
Lowongan Kerja Sebagai Sekretaris di Bursa Efek Indonesia (BEI)
3 Alasan Mengapa Pekerjaan Freelance Tepat untuk Kamu yang Tidak Suka Diatur
Mantan CEO YouTube Susan Wojcicki Meninggal di Usia 56, Dikenang sebagai Tokoh Perubahan Google
Pembangunan IKN akan Lama dan Berat, Prabowo Optimistis Fungsi IKN Sudah Terasa 5 Tahun ke Depan
Seleksi Penerimaan Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer (PCPM) Angkatan 39 Resmi Dibuka, Cek Syaratnya!