Ini Alasan Kenapa Pemeran Utama Waktu Maghrib 2 Dipercayakan Sidharta Tata pada Aktris Cilik Anantya Kirana

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Senin, 26 Mei 2025 | 20:39 WIB
Waktu Maghrib 2, yang akan tayang 28 Mei 2025, menampilkan cerita yang lebih mencekam daripada film pertamanya. (Rapi Films)
Waktu Maghrib 2, yang akan tayang 28 Mei 2025, menampilkan cerita yang lebih mencekam daripada film pertamanya. (Rapi Films)

PejuangKantoran.com - Disutradarai Sidharta Tata dan diproduseri oleh Gope T. Samtani, film Waktu Maghrib 2 hadir dengan cerita yang lebih mencekam dan ketegangan yang lebih intens daripada film pertamanya.

Film yang diproduksi oleh Rapi Films bekerja sama dengan Sky Media, Rhaya Flicks, Legacy Pictures, dan Kebon Studio ini mengetengahkan sosok jin Ummu Sibyan yang kembali meneror Desa Giritirto.

Ummu Sibyan dikenal sebagai jin yang kerap mengganggu anak-anak dan wanita hamil saat adzan maghrib berkumandang.

Baca Juga: Tips dan Trik Membuat CV di Google Docs, Peluang Dipanggil Wawancara Kerja Jadi Lebih Besar!

Film menceritakan ketika sekelompok anak tanpa sadar membangkitkan malapetaka saat mereka mengutuk teman-temannya seusai pertandingan bola di waktu maghrib.

Satu per satu mereka diburu di tengah hutan oleh kekuatan tak kasat mata yang lebih jahat dari sebelumnya. Ketika mendengar kabar ini, Adi (Omar Daniel), anak yang selamat dari teror yang sama di WM pun, berusaha menyelamatkan anak-anak tersebut.

“Saya tidak pernah percaya setan itu bisa mati, sebenarnya. Jadi, mereka itu kalah oleh sesuatu yang memang lebih besar,” terang sutradara Sidharta Tata, saat konferensi pers Waktu Maghrib 2 di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis (22/05/2025).

“Bagi saya, dalam Waktu Maghrib azan yang berkumandang itu adalah sesuatu yang sangat besar sehingga itu yang membuat setan itu pergi.”

Pengorbanan yang dilakukan tokoh-tokoh utamanya merupakan ukuran kemanusiaan yang muncul dari seseorang yang pernah mengalami masa trauma, sehingga ia tidak mau orang lain ikut menjadi korban.

Karena teror menyasar pada anak-anak, aktor-aktor cilik banyak dilibatkan dalam film ini. Sebagai pemeran utama, terpilih Anantya Kirana, aktris cilik yang sebelumnya cemerlang di film Rumah untuk Alie.

Baca Juga: Komitmen Dukungan BRI Terhadap UMKM Raih Tiga Penghargaan Internasional yang Prestisius dari The Asset

Berperan sebagai Wulan, pemain yang baru berusia 15 tahun ini benar-benar menampilkan kemampuan akting yang luar biasa. Tidak hanya gestur-gestur kesurupannya yang bikin merinding, saat ia menyinden lagu dolan pun penonton akan merasakan sekali teror yang mencekam.

Tata mengatakan, sejak pertama menonton Anantya Kirana di Bayi Ajaib yang hanya satu scene, ia sudah merasa bahwa Anantya memiliki keistimewaan tersendiri. Ia bertekad suatu hari harus punya proyek dengan aktris muda tersebut.

“Dia benar-benar memberikan energi yang gede banget di setiap performanya. Jadi, begitu Pak Sunil bilang jalan untuk Waktu Maghrib 2, ya, gimana caranya naskah ini dibuat dengan kiblat dia dulu!

“Jadi, tidak alasan lain mengapa pemeran utamanya Kirana. Ini bukan pujian tapi skill dia yang keren,” puji Tata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X