Human-Centered Artifical Intelligence, AI Yang Sedang Dikembangkan Yang Bakal Mendukung Manusia Atau Malah Menggantikannya?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 4 Juni 2025 | 15:35 WIB
Ilustrasi: Human-centered AI menciptakan alat dan sistem AI yang menempatkan kebutuhan, nilai, dan kemampuan manusia. (silviya2199)
Ilustrasi: Human-centered AI menciptakan alat dan sistem AI yang menempatkan kebutuhan, nilai, dan kemampuan manusia. (silviya2199)

Pejuangkantoran.com - Seiring dengan semakin terintegrasinya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke dalam kepemimpinan, banyak orang memperdebatkan keseimbangan antara teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.

Jika memang sudah tidak bisa dihindari lagi, apakah kepemimpinan yang berpusat pada manusia dan AI dapat saling mengisi atau malah mengusir?

Human-centered AI (HCAI) atau AI yang berpusat pada manusia adalah bidang yang sedang berkembang dengan tujuan untuk menciptakan alat dan sistem AI yang menempatkan kebutuhan, nilai, dan kemampuan manusia.

Pendekatan ini difokuskan pada teknologi yang melengkapi dan meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan manusia, bukan menggantikan atau merusaknya.

Prioritasnya adalah pengawasan manusia sambil memastikan bahwa solusi AI tetap transparan, melindungi privasi, dan memberikan hasil yang adil.

Selain itu, HCAI juga membahas dampak etis, sosial, dan budaya dari AI untuk membuat sistem ini inklusif, mudah digunakan, dan menguntungkan bagi semua pihak.

Baca Juga: AI Bisa Meringankan Kerja Pemimpin, Tapi Tetap Harus Ada Aturan dan Etikanya!

Kepemimpinan yang berpusat pada manusia dan AI

Kepemimpinan yang berpusat pada manusia menempatkan seseorang sebagai pusat pengambilan keputusan, strategi, dan budaya organisasi.

Kepemimpinan ini menekankan empati, transparansi, keadilan, inklusivitas, dan menghargai keaslian hubungan.

Di era AI, fokus para pemimpin tetap harus tetap pada manusia sebagai aset yang paling berharga.

Namun, dengan AI pemimpin bisa menyeimbangkan antara memanfaatkan produktivitas, kecepatan, dan efisiensi sistem tersebut, sambil menjunjung tinggi nilai-nilai yang berpusat pada manusia di tempat kerja.

AI harus melengkapi penilaian dan pengambilan keputusan manusia, bukan menggantikannya.

Para pemimpin dapat melakukan hal ini dengan:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Reworked

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X