PejuangKantoran.com - Dari mata para kreator, semua sepakat bahwa dalam berkarya perlu terobosan baru. Tak terkecuali, dalam membuat film horor yang kini banyak beredar di bioskop. Tidak cukup jika hanya mengandalkan adegan jumpscare atau teriakan yang mengagetkan penonton.
Upi, penulis skenario film Kafir Gerbang Sukma, mencoba untuk menjawab tantangan ini. Berkolaborasi dengan sutradara Azhar Kinoi Lubis, banyak sekali adegan gore (adegan sadis yang berdarah-darah) yang dihadirkan secara closeup.
Adegan tersebut sukses membuat penonton bergidik. Ada karakter-karakter baru yang digambarkan dingin dan penuh misteri, belum lagi golden scene di akhir film yang membuat penonton berdecak kagum atas keberanian akting Nova Eliza yang berperan sebagai Laila.
Baca Juga: ORI029 Resmi Ditawarkan, Perempuan dan Generasi Milenial bakal Mendominasi Pembelian SBN Ritel Lagi?
Produksi film ini bermula ketika produser Chand Parwez meminta Upi untuk membuatkan cerita kelanjutan dari Kafir Bersekutu dengan Setan. Awalnya, penulis skenario yang juga sutradara itu mengaku bingung atas permintaan Parwez. Ia merasa cerita pertama yang ia buat sudah selesai.
“Ketika Pak Parwez bilang ingin bikin Kafir selanjutnya, sebenarnya saya agak bingung. Apa lagi yang mau disampaikan? Karena sejujurnya saya enggak pernah mau disuruh nulis sekuel.
"Lalu saya berdiskusi dengan partner penulis saya, Dea April. Benang merah yang saya ambil adalah cerita diawali dari keserakahan, sifat yang sangat basic human.
"Bagaimana manusia selalu memiliki keserakahan, ingin memiliki sesuatu yang bukan haknya!” seru Upi, saat konferensi pers Kafir Gerbang Sukma di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Konflik dimulai dari premis bahwa sekali bersekutu, iblis tidak akan berhenti memperdaya manusia. Di film berdurasi 1 jam 48 menit ini, Sri (Putri Ayudya) berusaha memagari dan melindungi keluarga. Ia berharap semuanya sudah selesai di masa lalu.
Namun harapan itu tidak terjadi karena Sri sudah pernah bersekutu dengan setan. Di sisi lain, ada Hanum (Indah Permatasari) yang seharusnya bisa melanjutkan kehidupan keduanya karena ia tidak mati.
Baca Juga: PT Chandra Asri Pacific Tbk Membuka Lowongan Kerja Talent Acquisition Officer (Kontrak 1 Tahun)
“Tapi sekali lagi, ada keserakahan. Dia tidak bisa menerima ketika dia melihat kehidupan orang lain lebih bahagia. Lagi-lagi iblis masuk ke dalam dirinya.
"Jadi, intinya ketika kita sudah bersekutu atau meminta sesuatu kepada iblis, dia tidak akan pernah membiarkan orang hidup lurus karena dia akan datang dari arah depan, belakang, kiri kanan untuk memperdaya!” tambah Upi.
Saat membaca skenario ini, Chand Parwez langsung jatuh cinta dengan ceritanya. Ia kemudian menyodorkan skenario karya Upi dan Dea April ini kepada Azhar Kinoi Lubis yang merupakan sutradara film Kafir yang pertama.
“Waktu saya mendapat draft pertama script-nya dari Mbak Upi, saya bilang, 'Ini apa yang ada di kepala Mbak Upi hingga bisa membuat cerita seperti ini?'.
Artikel Terkait
Berkas yang Diperlukan sebagai Syarat Mendaftar Beasiswa LPDP 2026 untuk Semua Bidang
Mengapa Davos, Kota Kecil di Pegunungan Alpen Swiss Ini Dipilih sebagai Tuan Rumah WEF 2026?
Ada Penjelasan Ilmiah Mengapa Ada Orang yang Gampang Marah saat Lapar alias 'Hangry'
Sutradara Ho Wi-Ding Sebut Aktor-Aktor Muda di Film Esok Tanpa Ibu 'Selalu Mengerjakan PR-nya'
Strategi Minta Gaji Lebih Tinggi yang Aman tanpa Pura-pura Kecewa dengan Angka yang Ditawarkan
Pendaftar Beasiswa LPDP 2026 yang sedang Menempuh Studi (On Going) Harus Memenuhi Syarat Berikut
Rhythm of Blues™: Ketika Warna Menjadi Ruang untuk Menemukan Ketenangan