PejuangKantoran.com - Meja Tanpa Laci mengangkat cerita tentang mahalnya sebuah nilai kejujuran. Film ini secara spesifik menyoroti kehidupan Iptu Dipa yang berusaha jujur di tengah budaya suap dalam institusi kepolisian.
Ketika sutradara Ody Harahap dipercaya untuk menggarap film ini, ia merasa tertantang untuk bisa mengangkat perjalanan emosional karakter Dipa sehingga dipercaya dan menarik saat dinikmati penontonnya.
“Banyak orang memang banyak yang berpendapat jika mencari orang seperti Dipa di kehidupan sehari-hari itu susah! Tapi, sebenarnya karakter seperti Dipa di kehidupan nyata tetap ada.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Kita Semua Harus Mulai Membiasakan Minum Air Hangat seperti Orang Tiongkok
"Hanya saja jarang terekspos. Yang menyusahkan orang untuk bersikap jujur, biasanya datang dari lingkungan, masyarakat, dan segala macam yang ada di dalamnya.
"Inspirasi film ini juga dari real character yang jarang terekspos!” ujar Ody Harahap saat cast reveal film Meja Tanpa Laci di Plaza Indonesia XXI, Jakarta, Kamis (12/3/2026) lalu.
Dipercaya sebagai Iptu Dipa adalah Daffa Wardhana, yang menurut Ody, secara visual memiliki fisik yang sangat cocok. Bagi Daffa sendiri yang sudah lama ingin diarahkan oleh Ody dalam film, bergabung di film ini juga menjadi satu kesempatan yang tidak mungkin ia lewatikan.
Berasal dari keluarga militer, di mana kakeknya juga seorang tentara, Daffa merasa ini kesempatan untuk mengenal dan terkoneksi dengan almarhum sang kakek.
“Almarhum kakek juga di Akabri dan hanya satu cucunya yang mengikuti jejaknya. Itu pun dia di Angkatan Laut. Jadi, masih terngiang kalau kakek juga ingin aku menjadi polisi.
"Namun, karena aku sekolah di luar negeri dan sekarang lebih nyaman bekerja di dunia wirausaha dan kreatif, berperan sebagai Dipa bisa jadi satu cara saya terkoneksi dengan beliau!” ungkap aktor kelahiran Jakarta, 28 November 1998 ini.
Baca Juga: Nelly Furtado Comeback dengan Single Baru, usai Sempat Vakum karena Tekanan Body Shaming
Dengan berakting sebagai Dipa, Daffa berharap film ini bisa menjadi ekspresi penghormatan kembali kepada sang kakek, sekaligus memenuhi keinginan sang kakek dengan caranya sendiri.
“Secara akting pun, pasti akan menantang. Ketika kita ingin lurus dalam sistem yang banyak lika-liku, tekanannya pasti banyak. Aku ingin eksplor gejolak batin dan emosinya dan mencoba mengeksekusi dengan baik!” tambahnya.
Untuk membantu dirinya melakukan pendalaman karakter dengan baik, Daffa mengaku sudah memiliki dua narasumber. Pertama, referensi dari tokoh-tokoh jujur yang juga ditampilkan di film-film.
Kedua, dengan menggali lagi cerita dari orang tua tentang kakeknya serta dari teman-teman polisinya.
Artikel Terkait
Resign dari Lingkungan Kerja yang Toxic Bisa Menyelamatkan Mental, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Fenomena Mariko Aoki: Kenapa Tiba-Tiba Ingin BAB Saat Masuk Toko Buku?
7 Kesalahpahaman dari Bounded Choice yang Mesti Kamu Tahu Agar Terhindar Konflik dengan Atasan
Bounded Choice Itu Bukan Manipulatif dan Bisa Membuat Kerja Tim Menjadi Lebih Efektif
Ini Daftar Negara Paling Sopan di Dunia! Tak Ada Indonesia di Daftarnya
Apakah Kentang Baik untuk Kesehatan? Ini Fakta yang Perlu Kamu Tahu
Keluarga Bruce Willis Akan Donasikan Otaknya untuk Penelitian Ilmiah