Jadi Polisi Jujur di Film 'Meja Tanpa Laci', Bentuk Penghormatan Daffa Wardhana pada Sang Kakek

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Minggu, 5 April 2026 | 15:07 WIB
Daffa Wardhana ingin memenuhi harapan kakeknya dengan menjadi polisi, namun dalam format film "Meja Tanpa Laci". (Instagram @daffawardhana)
Daffa Wardhana ingin memenuhi harapan kakeknya dengan menjadi polisi, namun dalam format film "Meja Tanpa Laci". (Instagram @daffawardhana)

PejuangKantoran.comMeja Tanpa Laci mengangkat cerita tentang mahalnya sebuah nilai kejujuran. Film ini secara spesifik menyoroti kehidupan Iptu Dipa yang berusaha jujur di tengah budaya suap dalam institusi kepolisian.

Ketika sutradara Ody Harahap dipercaya untuk menggarap film ini, ia merasa tertantang untuk bisa mengangkat perjalanan emosional karakter Dipa sehingga dipercaya dan menarik saat dinikmati penontonnya.

“Banyak orang memang banyak yang berpendapat jika mencari orang seperti Dipa di kehidupan sehari-hari itu susah! Tapi, sebenarnya karakter seperti Dipa di kehidupan nyata tetap ada.

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Kita Semua Harus Mulai Membiasakan Minum Air Hangat seperti Orang Tiongkok

"Hanya saja jarang terekspos. Yang menyusahkan orang untuk bersikap jujur, biasanya datang dari lingkungan, masyarakat, dan segala macam yang ada di dalamnya.

"Inspirasi film ini juga dari real character yang jarang terekspos!” ujar Ody Harahap saat cast reveal film Meja Tanpa Laci di Plaza Indonesia XXI, Jakarta, Kamis (12/3/2026) lalu.

Dipercaya sebagai Iptu Dipa adalah Daffa Wardhana, yang menurut Ody, secara visual memiliki fisik yang sangat cocok. Bagi Daffa sendiri yang sudah lama ingin diarahkan oleh Ody dalam film, bergabung di film ini juga menjadi satu kesempatan yang tidak mungkin ia lewatikan.

Berasal dari keluarga militer, di mana kakeknya juga seorang tentara, Daffa merasa ini kesempatan untuk mengenal dan terkoneksi dengan almarhum sang kakek.

“Almarhum kakek juga di Akabri dan hanya satu cucunya yang mengikuti jejaknya. Itu pun dia di Angkatan Laut. Jadi, masih terngiang kalau kakek juga ingin aku menjadi polisi.

"Namun, karena aku sekolah di luar negeri dan sekarang lebih nyaman bekerja di dunia wirausaha dan kreatif, berperan sebagai Dipa bisa jadi satu cara saya terkoneksi dengan beliau!” ungkap aktor kelahiran Jakarta, 28 November 1998 ini.

Baca Juga: Nelly Furtado Comeback dengan Single Baru, usai Sempat Vakum karena Tekanan Body Shaming

Dengan berakting sebagai Dipa, Daffa berharap film ini bisa menjadi ekspresi penghormatan kembali kepada sang kakek, sekaligus memenuhi keinginan sang kakek dengan caranya sendiri.

“Secara akting pun, pasti akan menantang. Ketika kita ingin lurus dalam sistem yang banyak lika-liku, tekanannya pasti banyak. Aku ingin eksplor gejolak batin dan emosinya dan mencoba mengeksekusi dengan baik!” tambahnya.

Untuk membantu dirinya melakukan pendalaman karakter dengan baik, Daffa mengaku sudah memiliki dua narasumber. Pertama, referensi dari tokoh-tokoh jujur yang juga ditampilkan di film-film.

Kedua, dengan menggali lagi cerita dari orang tua tentang kakeknya serta dari teman-teman polisinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X