10 Sinyal Tubuh yang Pantang Diabaikan Saat Lari

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 27 Mei 2026 | 09:42 WIB
Ketika mengalami sinyal-sinyal tubuh saat berlari, seperti dada kiri yang sakit, wajib waspada. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ketika mengalami sinyal-sinyal tubuh saat berlari, seperti dada kiri yang sakit, wajib waspada. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Kabar meninggalnya pelari elite Ethiopia, Yebrgual Melese saat sesi latihan rutin menjadi pengingat bahwa bahkan atlet kelas dunia pun tetap memiliki batas fisiologis tubuh. Berdasarkan laporan, ia mengalami keadaan darurat medis mendadak saat latihan dan tidak tertolong setelah dibawa ke rumah sakit. Bahkan menurut kabar, saat itu Melese sedang menjakani sesi latihan easy run, lari dengan detak jantung ringan (masih bisa berbincang lancar satu kalimat saat lari).

Dalam olahraga lari, terutama endurance running, kemampuan “mendengar tubuh” sama pentingnya dengan disiplin latihan. Banyak pelari justru bermasalah bukan saat interval keras atau race, tetapi ketika tubuh sebenarnya sudah mengirim sinyal kelelahan, dehidrasi, gangguan jantung, infeksi, atau overtraining, namun sinyal ini diabaikan karena merasa “ini cuma easy run”.

Ada sejumlah sinyal tubuh yang harus kamu perhatikan karena mengharuskan kamu untuk segera berhenti dan beristirahat:

Baca Juga: Kamu Alami Plateau atau Performa Lari Stagnan Meskipun Sudah Rutin Latihan? Begini Penjelasannya!

1. Nyeri dada atau rasa tertekan di dada

Ini tanda yang paling serius. Gejalanya bisa berupa:

  • dada terasa ditekan,
  • nyeri menjalar ke rahang, bahu, atau lengan kiri,
  • dada terasa panas atau sesak tidak biasa.

Ketika mengalami gejala ini, jangan lanjut lari walau pace masih kamu rasakan nyaman. Gejala ini bisa berkaitan dengan:

  • gangguan irama jantung,
  • masalah pembuluh darah,
  • serangan jantung,
  • atau kelainan jantung bawaan yang kadang tidak terdeteksi.

2. Sesak napas yang tidak proporsional

Dalam kondisi normal, napas kamu akan terasa lebih berat saat menanjak atau pace naik. Menjadi tidak normal ketika:

  • easy run tapi napas seperti sedang lari sprint,
  • sulit menarik napas penuh,
  • merasa “kehabisan oksigen” mendadak,
  • harus berhenti tiap beberapa meter.

Gejala tersebut terutama bila disertai:

  • kepala pusing,
  • dada tidak nyaman,
  • atau jantung berdebar tidak teratur.

3. Pusing, limbung, pandangan gelap, atau hampir pingsan

Gejala berikut ini adalah red flag besar. Penyebab bisa tekanan darah turun, dehidrasi berat, gula darah drop, heat exhaustion, atau gangguan jantung. 

Gejala yang kamu alami:

  • mulai goyah,
  • sulit fokus,
  • penglihatan menyempit,
  • telinga berdenging.

Jika mengalami gejala ini, segera berhenti dan cari tempat teduh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X