Pejuangkantoran.com - Kabar meninggalnya pelari elite Ethiopia, Yebrgual Melese saat sesi latihan rutin menjadi pengingat bahwa bahkan atlet kelas dunia pun tetap memiliki batas fisiologis tubuh. Berdasarkan laporan, ia mengalami keadaan darurat medis mendadak saat latihan dan tidak tertolong setelah dibawa ke rumah sakit. Bahkan menurut kabar, saat itu Melese sedang menjakani sesi latihan easy run, lari dengan detak jantung ringan (masih bisa berbincang lancar satu kalimat saat lari).
Dalam olahraga lari, terutama endurance running, kemampuan “mendengar tubuh” sama pentingnya dengan disiplin latihan. Banyak pelari justru bermasalah bukan saat interval keras atau race, tetapi ketika tubuh sebenarnya sudah mengirim sinyal kelelahan, dehidrasi, gangguan jantung, infeksi, atau overtraining, namun sinyal ini diabaikan karena merasa “ini cuma easy run”.
Ada sejumlah sinyal tubuh yang harus kamu perhatikan karena mengharuskan kamu untuk segera berhenti dan beristirahat:
Baca Juga: Kamu Alami Plateau atau Performa Lari Stagnan Meskipun Sudah Rutin Latihan? Begini Penjelasannya!
1. Nyeri dada atau rasa tertekan di dada
Ini tanda yang paling serius. Gejalanya bisa berupa:
- dada terasa ditekan,
- nyeri menjalar ke rahang, bahu, atau lengan kiri,
- dada terasa panas atau sesak tidak biasa.
Ketika mengalami gejala ini, jangan lanjut lari walau pace masih kamu rasakan nyaman. Gejala ini bisa berkaitan dengan:
- gangguan irama jantung,
- masalah pembuluh darah,
- serangan jantung,
- atau kelainan jantung bawaan yang kadang tidak terdeteksi.
2. Sesak napas yang tidak proporsional
Dalam kondisi normal, napas kamu akan terasa lebih berat saat menanjak atau pace naik. Menjadi tidak normal ketika:
- easy run tapi napas seperti sedang lari sprint,
- sulit menarik napas penuh,
- merasa “kehabisan oksigen” mendadak,
- harus berhenti tiap beberapa meter.
Gejala tersebut terutama bila disertai:
- kepala pusing,
- dada tidak nyaman,
- atau jantung berdebar tidak teratur.
3. Pusing, limbung, pandangan gelap, atau hampir pingsan
Gejala berikut ini adalah red flag besar. Penyebab bisa tekanan darah turun, dehidrasi berat, gula darah drop, heat exhaustion, atau gangguan jantung.
Gejala yang kamu alami:
- mulai goyah,
- sulit fokus,
- penglihatan menyempit,
- telinga berdenging.
Jika mengalami gejala ini, segera berhenti dan cari tempat teduh.
Artikel Terkait
Pentingnya Mengukur Resting Heart Rate Kamu, Alasan, dan Manfaat Mengetahuinya
6 Tanda Tak Terduga Kamu Kurang Minum Air Atau Dehidrasi dan Cara Mengatasinya
Satu Makanan yang Paling Direkomendasikan Kardiolog untuk Jaga Jantung Kamu Tetap Sehat
Berbagai Cedera Lutut dalam Olah Raga Lari, Penyebab, Tanda Awal, dan Cara Pencegahannya
9 Langkah Praktis yang Bisa Kamu Lakukan untuk Mengurangi DOMS atau Nyeri dan Kaku Otot Setelah Olah Raga.
Lari "Melawan Arah" Itu Lebih Aman Bagi Pelari dan Pengguna Jalan Raya Lainnya. Simak Alasannya!