PejuangKantoran.com - Iko Uwais kembali menghadirkan film laga dari rumah produksinya, Ikatan Darah, yang siap memompa adrenalin penonton.
Kali ini, ia merekrut sutradara Sidharta Tata untuk menggarap cerita tentang kakak beradik Mega (Livi Ciananta) dan Bilal (Derby Romero), yang berupaya melarikan kejaran dari kelompok preman pinjol sekaligus menyelamatkan tempat tinggal mereka satu-satunya.
Mengambil lokasi syuting di Semarang, film ini memang menyajikan aksi laga yang menakjubkan. Kebayang kan, betapa banyak keseruan yang terjadi selama syuting. Para filmmaker dan pemain sempat nge-spill beberapa di antaranya saat pemutaran perdana Ikatan Darah di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (22/4/2026).
Baca Juga: Syuting Film 'Ikatan Darah' Bikin Derby Romero Kerja Bareng Teman-Teman Satu Tongkrongan
Iko Uwais bangga dengan aktris yang beradegan fighting
Dikenal sebagai bintang action, Iko Uwais mengaku bahwa berakting di film laga itu enggak gampang. Itu sebabnya Iko mengaku sangat bangga dengan dua pemain cewek di film yang diproduserinya, yakni Livi Ciananta dan Ismi Melinda.
Menurut Iko, keduanya mampu melakukan adegan laga dengan sangat baik. Apalagi Livi, yang tidak mempunyai dasar ilmu bela diri.
“Bisa dilihat tadi adegan pencak silatnya tidak hanya yang kolotnya saja, tapi sudah nge-blend dengan bela diri lain. Terlihat sudah begitu nyambung, luwes ke badan masing-masing pemain.
"Livi bukan praktisi pencak silat dan mungkin tidak pernah bela diri, tapi dengan background basic bela diri dan kemauan, kita seperti menuang botol kosong. Sedangkan warnanya diisi dengan kelegaan hati dan keikhlasan Livi,” puji aktor yang memulai karir sebagai atlet pencak silat itu.
Dimas Anggara serasa liburan di Semarang
Baca Juga: Garap Film 'Ikatan Darah, Sidharta Tata Banyak Belajar Sistem Kerja Hollywood pada Iko Uwais
Proses syuting Ikatan Darah berlangsung di Semarang selama satu bulan. Namun, khusus buat Dimas Anggara, waktu kerjanya hanya satu hari karena memang perannya tidak banyak. Tapi, ia punya alasan khusus mengapa ia mau terlihat di film ini.
“Kayak, ya cuma gua doang di sini yang paling enak kerjanya karena cuma sehari saja! Gua sendiri yang liburan. Pertama kali pas dikasih tahu sama Mas Tata, dia bilang, ‘Dim, elo mau gak bantuin gua? Tapi, cuma gini doang!’
"Ya, sudah gak apa-apa. Ayo! Gue sangat suka dengan etos kerja Mas Tata dan Bang Iko. Mereka benar-benar memikirkan semua divisi, termasuk kesulitan dan bebannya. Jadi, kalau yang ajak mereka bersua, ayo!” seru Dimas.
Butuh enam bulan merancang sekuens laga di gang sempit
Artikel Terkait
4 Fakta Menarik Selama Syuting 'Semua Akan Baik Baik Saja', Ari Irham Dipaksa Nge-prank Driver Ojol
Sori Bangeeet... Gen Z Nggak Percaya Sama Kemampuan Karyawan Senior di Tempat Kerja
Isetan, Department Store Jepang di Singapura, Tutup Gerainya setelah Beroperasi Selama 15 Tahun
Rela Kerja sampai Weekend Itu Bukan Tanda Ambisius, Ingat Juga Dampaknya buat Fisik dan Mental!
Tragedi Bekasi Mengingatkan Kita Betapa Pentingnya Ruang Aman Bagi Perempuan. Ruang Aman Bagi Perempuan di Kantor Seperti Apa?
Workplace Gossip: Tidak Selalu Buruk, Bisa Jadi Kunci Kekompakan Tim
Jakarta Jadi Tuan Rumah Global Tour “Mortal Kombat II”, Hadirkan Deretan Bintang Internasional