Untuk film berdurasi 1 jam 59 menit ini, Sidharta Tata mencoba merepresentasikan Indonesia dengan segala macam kritik sosial. Ia memilih lokasi syuting di gang-gang sempit yang membuat ruang gerak sangat terbatas.
Dengan cara tersebut, proses pengadegan aksi-aksi laga tentunya menjadi satu tantangan yang justru bagi Tata jadi satu medan untuk bersenang-senang.
“Membuat sekuens fighting di kampung-kampung yang (lebarnya) cuma sekitar 2 sampai 3 meter, itu sangat sulit sekali. Treatment kamera, treatment action harus menyesuaikan perbedaan-perbedaan tersebut.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Selama Syuting 'Semua Akan Baik Baik Saja', Ari Irham Dipaksa Nge-prank Driver Ojol
"Persiapan kami sekitar lima sampai enam bulan. Bolak balik ke lokasi, ngecek kiri kanan rumahnya seperti apa, safety-nya akan seperti apa. Sehingga ketika ada adegan seperti jatuh dari genteng yang sebelahnya sudah jurang, itu kita benar-benar rencanakan dengan matang.
"Semua tim bekerja setiap hari mengkoordinasikan lokasi sesuai kebutuhan koreonya dari Uwais Team,” ujar Sidharta Tata.
Ikatan Darah sudah bisa disaksikan di bioskop sejak 30 April 2026 lalu.
Artikel Terkait
4 Fakta Menarik Selama Syuting 'Semua Akan Baik Baik Saja', Ari Irham Dipaksa Nge-prank Driver Ojol
Sori Bangeeet... Gen Z Nggak Percaya Sama Kemampuan Karyawan Senior di Tempat Kerja
Isetan, Department Store Jepang di Singapura, Tutup Gerainya setelah Beroperasi Selama 15 Tahun
Rela Kerja sampai Weekend Itu Bukan Tanda Ambisius, Ingat Juga Dampaknya buat Fisik dan Mental!
Tragedi Bekasi Mengingatkan Kita Betapa Pentingnya Ruang Aman Bagi Perempuan. Ruang Aman Bagi Perempuan di Kantor Seperti Apa?
Workplace Gossip: Tidak Selalu Buruk, Bisa Jadi Kunci Kekompakan Tim
Jakarta Jadi Tuan Rumah Global Tour “Mortal Kombat II”, Hadirkan Deretan Bintang Internasional