Sori Bangeeet... Gen Z Nggak Percaya Sama Kemampuan Karyawan Senior di Tempat Kerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 1 Mei 2026 | 21:56 WIB
Ilustrasi: Banyak karyawan muda yang merasa rekan senior mereka kurang kompeten dan sulit dilatih. (Freepik)
Ilustrasi: Banyak karyawan muda yang merasa rekan senior mereka kurang kompeten dan sulit dilatih. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Sudah bukan rahasia lagi kalau gesekan antargenerasi sering terjadi di kantor. Biasanya, kita lebih sering mendengar keluhan dari karyawan senior tentang cara kerja Gen Z.

Tapi ternyata, situasinya sekarang berbalik. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa karyawan muda juga punya unek-unek yang cukup tajam terhadap senior mereka.

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Queensland ini melibatkan 400 karyawan di Australia dan Taiwan. Hasilnya menunjukkan, banyak lulusan baru menganggap karyawan senior kurang kompeten, sulit dilatih, dan enggan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Baca Juga: Korban Kecelakaan Kereta Api Berhak atas Ganti Rugi, Ini Jumlah Santunan dari Jasa Raharja

Hal ini tentu menjadi tantangan besar saat mereka menjadi satu tim.

Struktur kantor makin horisontal

Salah satu pemicu utama gesekan ini adalah struktur organisasi yang sekarang makin horisontal. Artinya, karyawan yang beda usianya lumayan jauh sering kali berada di posisi atau level jabatan yang sama.

Kondisi ini membuat karyawan muda sering bertanya-tanya mengapa rekan senior mereka tidak naik jabatan ke posisi yang lebih tinggi.

"Struktur organisasi sekarang makin horisontal, yang artinya kita sering melihat orang dengan perbedaan usia yang sangat jauh bekerja di peran yang sama," jelas Dr. Chad Chiu, pemimpin penelitian University of Queensland.

Para peneliti menemukan bahwa karyawan muda sering membuat penilaian yang kurang adil melalui media sosial atau pengamatan sekilas di kantor. Mereka suka bingung melihat rekan yang sudah lama bekerja tapi masih berbagi pekerjaan yang sama dengan mereka yang baru masuk.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Selama Syuting 'Semua Akan Baik Baik Saja', Ari Irham Dipaksa Nge-prank Driver Ojol

Menilai berdasarkan usia

Dalam eksperimen pertama yang dilakukan di Taiwan, para karyawan muda diminta menilai tingkat kepercayaan mereka terhadap rekan senior. Hasilnya, mayoritas dari mereka mendeskripsikan rekan kerja yang lebih tua sebagai orang yang tidak bisa dipercaya.

Padahal, penilaian ini dibuat tanpa mengetahui latar belakang skill atau kemampuan asli rekan senior tersebut. Mereka hanya menilai berdasarkan karakteristik fisik, yaitu usia.

Eksperimen kedua di Australia memberikan gambaran yang lebih spesifik. Peserta diminta menilai seorang insinyur berusia 55 tahun yang sedang menghadapi masalah produksi yang mendesak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Wionews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X