PejuangKantoran.com - Agentic AI adalah masa depan teknologi yang tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak secara mandiri. Berbeda dengan Generative AI konvensional yang pasif, Agentic AI dapat menerima perintah yang lebih kompleks, menyusun rencana kerja sendiri, mengambil keputusan, hingga mengeksekusi tugas tanpa perlu arahan manusia langkah demi langkah.
Bagi generasi Gen-Z yang baru memasuki atau sedang meniti karier di dunia kerja, kehadiran Agentic AI akan mengubah lanskap pekerjaan secara drastis.
Untuk mudahnya dengan Agentic AI akan lebih “dalam” memahami perintah kamu. Dari perintah awal yang kamu berikan, Agentic AI bisa menawarkan beberapa solusi mulai dari merencanakan, memutuskan dan eksekusi.
Contoh kasus yang mudah adalan menjadwalkan janji dokter. Agentic AI dapat menganalisa alur keja medis dari pendaftaran, hingga tindak lanjut tanpa Kamu beri perintah lanjutan. Sementara Generative AI tidak akan bisa sekomplek itu. Kadang Kamu masih harus mencatat jadwal, menelpon klinik dan mengisi formulir sendiri.
Baca Juga: Lebih dari 60% Orang Pakai AI untuk Menjaga Kesehatan Mental karena Faktor Waktu dan Biaya
Baca Juga: Bukan karena AI, tapi WFH yang Lebih Menyebabkan Sulit Mendapat Pekerjaan Entry Level
Baca Juga: Standard Chartered akan Memangkas Ribuan Karyawan Seiring Meningkatnya Penggunaan AI
Perbedaan Generative AI vs. Agentic AI