Pejuangkantoran.com – Gejala-gejala seperti nyeri di leher, bahu, punggung bawah, dan punggung atas sepertinya menjadi keluhan yang banyak disampaikan oleh pekerja kantoran. Inilah yang sering disebut dalam istilah medisnya sebagai bagian dari gejala musculoskeletal pain.
Ini adalah nyeri yang berasal dari sistem muskuloskeletal, yaitu sistem tubuh yang terdiri atas otot, tulang, sendi, tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang), serta ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang ke tulang).
Bagi pekerja kantoran seperti kamu, musculoskeletal pain (MSP) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang paling umum. Bahkan Organisasi seperti World Health Organization menyebut gangguan muskuloskeletal sebagai penyebab utama nyeri, keterbatasan fungsi, dan penurunan produktivitas di seluruh dunia.
Banyak kasus MSP tidak disebabkan oleh cedera besar, melainkan akumulasi tekanan kecil yang terjadi berulang setiap hari. Dan faktanya, ini rentan menyerang pekerja kantoran.
Mengapa? Secara umum ada empat fakto utama yang erat dengan aktivitas di kantor sehari-hari yang menyebabkannya, yaitu:
Baca Juga: Waspadai 10 Gejala Yang Menunjukkan Kamu Sudah Terdampak Gaya Hidup Mager (Sedentary Lifestyle)
- Duduk Terlalu Lama (Sedentary Behavior)
Tubuh manusia dirancang untuk bergerak. Umumnya, pekerja kantoran lebih banyak duduk. Saat kamu duduk berjam-jam, maka:
- Otot pinggul (hip flexor) memendek dan menegang.
- Otot bokong (gluteus) menjadi kurang aktif.
- Otot punggung bawah bekerja lebih keras menopang tubuh.
- Sirkulasi darah menurun.
Dengan posisi seperti ini, bisa menyebabkan munculnya:
- Nyeri punggung bawah (low back pain),
- Kekakuan pinggul,
- Nyeri bokong,
- Ketegangan paha belakang (hamstring).
Dan hal ini didukung dengan penelitian menunjukkan bahwa duduk dalam waktu lama berkaitan dengan peningkatan risiko nyeri punggung dan leher.
Baca Juga: Bukan Sekadar Lelah: Saat Kepala Berat dan Leher Kaku Jadi Sinyal Tubuh Butuh “Reset”
- Posisi Leher Menunduk ke Layar
Saat ini, bisa dibilang tidak ada yang bekerja tanpa gadget berlayar seperti ponsel dan komputer/laptop. Saat menggunakan gadget tersbeut, posisi kepala kita akan menyesuaikan posisi layar, umumnya menunduk.
Posisi ini sering disebut "forward head posture" atau "text neck".Jangan sepelekan posisi ini.
Sebab beban saat kepala berada tepat di atas tulang belakang (posisi duduk tegak normal), berat efektifnya sekitar 4–5 kg. Namun ketika kepala menunduk 45–60 derajat ke depan, beban yang harus ditahan otot leher dapat meningkat berkali-kali lipat.
Akibatnya, leher menjadi pegal, bahu tegang, sakit kepala tipe tegang (tension headache), nyeri antara tulang belikat. Tanda-tandanya, kepala cenderung maju ke depan saat duduk, bahu membulat, sulit menoleh setelah bekerja lama.
Artikel Terkait
Budaya Kerja yang Menuntut Karyawan untuk Terus Membuktikan Diri Bisa Memicu Kelelahan
Pengguna Smartwatch yang Aktif Olah Raga, Rawat Gadgetmu Dari Dampak Keringat Berikut Ini!
10 Kesalahan Menangani Nyeri Otot DOMS Usai Latihan Olah Raga yang Wajib Kamu Hindari
Sering Disebut Baik untuk Kesehatan Jantung, Betulkah Jalan Kaki Bisa Membangun Otot?
Hanya 30 Menit Olahraga per Minggu Bisa Bantu Jaga Jantung, Kata Penelitian Baru
Tak Hanya Untuk Lari, VO2max Juga Sangat Bermanfaat Bagi Tubuh Untuk Kendalikan Diabetes