PejuangKantoran.com - Ada yang menarik di balik penggarapan film terbaru produksi Mandela Pictures bersama Oceanus Media Global (OMG Studio), Bisikan Desa Gringsing.
Film yang dibintangi Aghniny Haque, Surya Saputra dan Fatmah Nahdi ini menggunakan Virtual Production (VP) sebagai latar belakang para aktor berakting.
Metode hybrid ini menggabungkan proses pengambilan gambar aktor di studio dengan latar lingkungan virtual, menggantikan penggunaan green screen konvensional.
Baca Juga: Legenda Urban asal Minang, 'Urang Bunian' Jelaskan Mengapa Anak Harus Pulang sebelum Maghrib
“Kita pilih VP karena belum pernah ada yang mencoba ini dalam produksi film horor. Kita adalah perusahaan pertama yang, dengan bantuan OMG studio dari Singapura, partner kita di Singapura dan Malaysia, mencoba mengeksplorasi VP untuk film horor di Indonesia pertama kalinya.
"Jadi dalam pelaksanaannya, tim dari Indonesia harus banyak belajar dengan teknologi yang baru ini,” terang produser Manoj Samtani, saat peluncuran trailer Bisikan Desa Gringsing di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Ternyata tahapan dalam masa persiapan saat memanfaatkan teknologi baru ini tidak mudah. Sutradara sekaligus penulis skenario film, Ivander Tedjasukmana, kesulitan saat menjalani proses persiapan produksi. Ada permintaan dari OMG Studio yang harus dipenuhi secara detail.
“Kalau ditanya bagaimana pengalamannya, banyak obat sakit kepala ya. Tentu saja VP adalah tantangan baru yang saya juga belum pernah lewati. Apa yang biasanya dikerjakan di produksi film biasa tidak dilakukan, di sini harus dilakukan!” ujarnya.
Tahapan yang harus disiapkan adalah menyediakan foto-foto tempat yang akan dimasukkan ke dalam VP. Dalam cerita film kebetulan lokasi latar adalah Kota Subang. Jadi, Ivander harus mengirimkan banyak foto lokasi kepada pihak OMG.
“Supaya kebayang ya, jadi ini bedanya syuting menggunakan VP dan ini yang jadi tantangannya. Pihak OMG harus menciptakan Subang di dalam VP, yang artinya mereka tanya sama kita Subang akan seperti apa.
Baca Juga: Series 'Jakarta Undercover Members Only' Menghadirkan Persoalan Jakarta yang Lebih Kekinian
"Jadi saya pikir mereka cuma minta foto-foto, sudah selesai. Eh, ternyata tidak. Mereka juga minta batunya seperti apa, detail rumput, langit, awan, sampai bentukan jalan tol di Jakarta seperti apa, gedung-gedungnya.
"Jadi, kita mapping Subang dan Jakarta ke dalam VP. Awalnya sangat ribet tapi, when it’s finished, itu amazing sih!” seru Ivander.
Sebagai pemain, berakting menggunakan VP jadi satu pengalaman baru buat Aghniny Haque yang berperan sebagai Hesti. Pendekatannya dalam akting pun sedikit agak berubah.
Sisi positifnya, durasi syuting lebih cepat selesai dan kerja menjadi semakin efektif. Namun, di sisi lain, ia harus banyak mendengar arahan sutradara agar aktingnya bisa sinkron dengan lingkungan sekitar yang diciptakan VP.
Artikel Terkait
Apa Kabar Farel Prayoga, Dhika Aura Farming, dan Artis-artis yang Pernah Tampil di HUT Kemerdekaan RI?
Mitos vs Fakta: Benarkah Tamu Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka Tak Lagi Wajib Baju Adat?
Berkenalan Dengan Celina, Pembawa Baki Utama Pada Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara 17 Agustus 2026
Ada "Paskibraka" di Negara-Negara Selain Indonesia. Apa yang Membuat Paskibraka Indonesia Lebih Unik?
Ini Dia Rafale, Jet Tempur Baru Kebanggaan TNI AU, yang Melakukan Formasi Fly Pass Saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi
Sosok Kolonel Inf Priyo Handoyo dan Para Perwira Upacara saat HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Jupiter Aerobatic Team: Tim Akrobatik Udara TNI AU, dari Instruktur Penerbang hingga Ikon Dirgantara Indonesia