Hard Rock Café Jakarta Tutup, Karena Gen Z Nggak Suka Musiknya atau Biaya Sewa Terlalu Tinggi?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 5 Maret 2023 | 13:44 WIB
Dan Hard Rock Cafe Jakarta pun memutuskan tutup permanen per 31 Maret 2023. (Instagram @hardrockcafejakarta)
Dan Hard Rock Cafe Jakarta pun memutuskan tutup permanen per 31 Maret 2023. (Instagram @hardrockcafejakarta)

PejuangKantoran.com - Setelah 10 tahun beroperasi di Pacific Place Jakarta, tepatnya sejak 16 September 2013, akhirnya Hard Rock Café Jakarta tutup permanen per 31 Maret 2023. Ini berita menyedihkan buat mereka yang pernah menikmati keseruan kafe yang hadir di Jakarta pada tahun 1992 itu.

Di era ’90-an, nama Hard Rock Café Jakarta berkibar kencang. Saat itu, HRC Jakarta menempati lantai 2 Gedung Sarinah Thamrin, bersebelahan dengan McDonald’s. Dua resto ini segera menjadi tempat nongkrong favorit anak muda Jakarta. Sulit dipercaya Hard Café Jakarta tutup permanen per 31 Maret 2023.

Baca Juga: 8 Hal yang Bikin Konser NCT Dream Day 1 Berlangsung Seru. Yuk, Bikin Sukses Day2 dan Day3!

Keramaian ini semakin bertambah pada hari Senin, saat ada program bertema I Like Monday yang menampilkan konser band-band papan atas di Indonesia. Kini Hard Café Jakarta tutup permanen per 31 Maret 2023, dan pengunjung rutin HRC Jakarta era ’90-an hanya bisa mengenangnya.

Sesuai namanya, Hard Rock Café mengangkat music rock n roll sebagai sajian utamanya. Dinding kafe dipenuhi memorabilia dari grup-grup rock Amerika atau Inggris era '70an dan '80an. Musik yang bergaung di kafe ini pun tak jauh-jauh dari music rock.

Tahun '90an, banyak penyanyi dan band luar juga menggelar konser mini di sini, biasanya dalam rangka promosi album baru.

Konser I Like Monday menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Pengunjung bisa nonton band-band favorit seperti Slank, /rif, GIGI, Dewa19, dan sebagainya, cukup dengan membeli minuman ringan. Kalau lapar, tinggal isi perut dulu di McDonald’s.

Baca Juga: Bagi Tim HR, PHK Massal Adalah Proses yang Memakan Waktu dan Sarat Emosi

Meskipun begitu, HRC Jakarta juga menampilkan musik-musik Top 40 untuk menemani pengunjung bersantap malam. Usai santap malam, meja-meja biasanya dipinggirkan, dan pengunjung pun asyik goyang rame-rame mengikuti music yang dibawakan home band.

Rutinitas menghabiskan waktu di HRC usai kuliah atau ngantor memang bikin ketagihan. Sampai-sampai seorang agen asuransi yang hobi banget nge-dance tiap hari di kafe ini, akhirnya direkrut sebagai semacam dance leader di atas panggung dan meninggalkan pekerjaan lamanya.

“Ya, daripada dia tiap hari ke sini nge-dance kayak gitu, mendingan sekalian kita bayar buat kerja di sini,” ucap GM Hard Rock Cafe Jakarta kala itu, Yoris Sebastian, setengah berseloroh.

Memasuki pertengahan 2000-an, HRC Jakarta mulai dicampuri musik elektronik. Pengunjung lama pun pelan-pelan mulai meninggalkan kafe ini karena mulai enggak nyambung.

Apalagi HRC Jakarta pindah ke eX Plaza Indonesia pada Maret 2004, dan kemudian ke Pacific Place. HRC ingin menyesuaikan selera pasar yang mulai bergeser dari elektronik ke Kpop.

Sayangnya, upaya ini tak membuahkan hasil karena HRC keburu identik dengan musik rock di telinga milenial dan Gen Z.

Baca Juga: Kalah Jauh dari India, Indonesia Urutan ke-49 Daftar 50 Suku Bangsa dengan Wajah Paling Menarik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X