PejuangKantoran.com - Banyak kamar hotel sekarang ini menggunakan pintu kamar mandi yang menggunakan kaca buram. Ada yang buramnya rata di seluruh sisi kamar mandi yang hanya berbentuk bilik (tanpa selot atau pengunci pintu pula), ada juga yang hanya buram di bagian pintunya saja.
Hal ini mungkin tidak jadi masalah jika kita sedang menginap bersama pasangan. Tetapi bagaimana kalau kita mendapat kamar seperti ini ketika sedang staycation bareng teman, atau bahkan sedang dinas ke luar kota bersama rekan kerja?
Ternyata, bukan hanya kita yang merasa resah dengan pintu kamar mandi hotel seperti itu. Tren desain ini belakangan juga ramai dikeluhkan tamu hotel di berbagai negara.
Baca Juga: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Membuka Lowongan Kerja Staf Communication & Impact
Mengganggu momen pribadi
Sejumlah hotel kini memang mulai meninggalkan pintu kamar mandi konvensional dari kayu solid yang selama ini dianggap standar. Sebagai gantinya, mereka memilih desain yang dianggap lebih modern dan estetik.
Sayangnya, tidak semua tamu bisa menerima perubahan ini dengan senang hati. Banyak yang merasa privasi mereka terganggu, terutama saat bepergian bersama pasangan, teman, atau keluarga.
Keluhan ini ramai muncul di media sosial. Seorang pengguna Reddit secara terang-terangan menyatakan kekesalannya karena harus menggunakan kamar mandi dengan kaca buram di depan pasangannya.
“Aku tidak tahu siapa yang terus menyetujui desain seperti ini. Nggak ada yang mau jendela kamar mandi transparan/buram sehingga pasanganku bisa melihatku saat menggunakan kamar mandi,” tukasnya.
Masalahnya bukan hanya soal terlihat, tetapi suara dan bau-bauan bisa bocor sampai ke kamar. Mandi yang seharusnya menjadi momen pribadi yang nyaman, justru menimbulkan rasa was-was karena merasa tidak bebas beraktivitas di dalamnya.
Baca Juga: Reza Rahadian Akui Tak Bisa Mengelak Lagi ketika Tawaran Film Suzzanna Datang Ketiga Kalinya
Keluhan serupa juga muncul di TikTok. Seorang kreator bahkan dengan tegas mengatakan bahwa tamu hotel tidak menginginkan pintu geser, pintu lumbung, atau tirai. Menurutnya, yang diinginkan cuma pintu kamar mandi hotel yang benar-benar menutup.
“Saya tidak mau tirai, pintu geser, atau pintu lumbung. Saya nggak peduli kalau mereka bilang ini tren desain yang disukai Gen Z atau apa, pokoknya kami mau pintu yang bener!” seru @wyettsworld.
Ada pula tamu yang menceritakan pengalamannya menginap di hotel dengan pintu kamar mandi dari kaca bening sepenuhnya. “Hotel jelas tidak memikirkan ini dengan matang,” keluh @lifeofkaethe.
Efisiensi ruang