PejuangKantoran.com - Suderajat (49), penjual es gabus, diduga dianiaya oleh aparat saat berjualan di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/1/2026), usai diviralkan oleh seorang kreator konten. Suderajat dituduh menggunakan spons busa sebagai bahan baku es gabus yang dijualnya.
Apa yang dilakukan kreator konten dan aparat tersebut dikecam oleh warga, karena tuduhan mereka tidak diikuti dengan bukti-bukti. Kasus ini juga mendapat perhatian dari banyak pihak, karena TNI/Polri dinilai telah merendahkan pedagang kecil.
Video yang viral itu langsung ditanggapi pengacara terkenal Hotman Paris Hutapea. Ia menyatakan bersedia memberikan pendampingan hukum secara gratis (dalam istilah hukum disebut pro bono) bagi Suderajat jika berniat melaporkan anggota TNI/Polri tersebut.
Baca Juga: Dituduh Merekam Pembicaraan Pribadi, Google Harus Bayar 68 Juta Dollar Meski Ngaku Tidak Bersalah
“Silakan kalau bisa korbannya atau keluarganya menghubungi Hotman 911. Dengan senang hati saya akan kirim tim pengacara,” tulis Hotman melalui postingan di akun Instagram-nya, Rabu (28/1/2026).
Apa itu pro bono?
Langkah Hotman Paris Hutapea menawarkan pendampingan hukum memang selalu ditunggu warganet yang berpihak pada korban. Yang juga menarik, layanan hukum gratis merupakan tindakan yang kerap dilakukan oleh pengacara terhadap korban yang tidak mampu.
Secara sederhana, pro bono adalah layanan profesional yang diberikan secara gratis atau dengan biaya sangat rendah. Layanan ini biasanya ditujukan untuk individu atau organisasi yang tidak mampu membayar, seperti yayasan, rumah sakit, universitas, lembaga amal, hingga kelompok masyarakat tertentu.
Dalam konteks hukum, pro bono berarti bantuan hukum atau pendampingan hukum yang diberikan tanpa biaya kepada klien. Bantuan ini bersifat sukarela dan diberikan oleh advokat atau firma hukum untuk kepentingan publik.
Yang perlu digarisbawahi, pro bono diberikan secara cuma-cuma bagi klien sejak awal hingga kasus selesai, dan dilakukan tanpa paksaan.
Baca Juga: Ini Alasan CEO Starbucks Brian Niccol Punya Hak Naik Pesawat Perusahaan untuk Urusan Pribadi
Tradisi pro bono memiliki sejarah panjang, khususnya di Amerika Serikat. Salah satu contoh paling terkenal terjadi pada tahun 1770, dalam peristiwa Boston Massacre.
Saat itu, John Adams, yang kelak menjadi Presiden Amerika Serikat kedua, bersedia membela tentara Inggris yang dituduh menembak warga sipil Amerika.
Meski Adams mendukung perjuangan kemerdekaan Amerika, ia tetap mengambil kasus tersebut secara pro bono karena percaya pada keadilan hukum. Keputusannya membuahkan hasil, dan sejak saat itu, praktik pro bono semakin diterima dan dihormati.
Manfaat pro bono bagi pengacara
Artikel Terkait
Lowongan Kerja Secretary to Board of Director di PT Eka Bogainti yang Menaungi Resto Hokben
'Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa' Datangkan Tim Penata Rias dari Belgia dan Touch Up dengan CGI
Daftar Makanan dan Minuman yang Menyebabkan dan Meringankan GERD yang Perlu Kamu Tahu
7 Fitur yang Bakal Jadi Andalan Smartphone Flagship di Tahun 2026. Apa yang Menjadi Fitur Utamanya?
Lonjakan Investor Ritel Dorong Penguatan Sistem dan Literasi Transaksi Digital
6 Makanan yang Tak Boleh Dimakan Setelah Tanggal Kedaluwarsa
Apakah Roti Sourdough Sehat? Ini Penjelasan Ahli Nutrisi dan Manfaatnya