PejuangKantoran.com - Roti sourdough semakin populer sebagai pilihan yang dianggap lebih “sehat” dibanding roti biasa, tetapi apa sebenarnya yang membuatnya berbeda, dan apakah klaim kesehatan itu benar?
Sourdough adalah jenis roti yang dibuat dengan starter alami, yaitu campuran tepung dan air yang difermentasi oleh ragi liar dan bakteri asam laktat. Proses fermentasi panjang inilah yang menjadi pembeda utama dibanding roti lain yang menggunakan ragi komersial.
Karena fermentasinya, sourdough memiliki karakteristik tertentu yang bisa berdampak pada kesehatan. Fermentasi tersebut membantu mengurangi sejumlah karbohidrat dan gluten di dalam tepung, sehingga bagi sebagian orang roti ini lebih mudah dicerna dibanding roti putih biasa.
Baca Juga: Lowongan Kerja Secretary to Board of Director di PT Eka Bogainti yang Menaungi Resto Hokben
Di samping itu, proses fermentasi juga memecah beberapa komponen seperti fitat yang dapat menghambat penyerapan mineral, sehingga kandungan mineral seperti magnesium dan zat besi bisa lebih tersedia bagi tubuh.
Salah satu aspek yang sering dibahas adalah indeks glikemik sourdough. Berkat fermentasi, sourdough cenderung memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding roti putih standar. Ini berarti konsumsi sourdough dapat menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih lambat, yang penting bagi orang yang ingin mengendalikan kadar gula darahnya atau mengurangi lonjakan insulin setelah makan.
Selain itu, meskipun proses memang “membunuh” sebagian besar bakteri hidup saat dipanggang, fermentasi sourdough menghasilkan prebiotik dan asam organik yang memberi makan bakteri baik di usus dan mendukung kesehatan pencernaan secara umum.
Baca Juga: Mengapa Kopi Decaf Pilihan Paling Aman Bagi Kamu yang Punya Masalah Lambung dan Jantung Berdebar?
Namun, penting dicatat bahwa kesehatan roti sourdough tetap tergantung pada bahan dan cara pembuatannya. Roti yang dibuat dengan tepung halus dan tambahan gula atau ragi komersial tidak akan memberikan manfaat yang sama seperti sourdough yang difermentasi secara tradisional dengan gandum utuh.
Di sisi lain, sourdough bukanlah “superfood” yang otomatis lebih sehat dalam semua konteks. Kandungan nutrisi akhirnya tetap bergantung pada jenis tepung yang digunakan dan cara penyajian dalam pola makan sehari-hari.
Artikel Terkait
Berbagai Cedera Lutut dalam Olah Raga Lari, Penyebab, Tanda Awal, dan Cara Pencegahannya
Yang Terjadi pada Tubuh saat Kamu Nggak Suka Pekerjaan yang Kamu Jalani (Sampai Jadi Stres!)
Perubahan Kecil yang Diam-diam Bisa Membuat Hidup Lebih Panjang
8 Panduan Praktis Bagi Weekend Runner Agar Tetap Aman dan Sehat Dalam Latihan Lari
10 Latihan Agar Lutut Kamu Sebagai Pelari Menjadi Lebih Kuat dan Terhindar Dari Cedera
Ada Penjelasan Ilmiah Mengapa Ada Orang yang Gampang Marah saat Lapar alias 'Hangry'
Mengapa GERD Sering Dialami oleh Karyawan di Tempat Kerja? Kenali Faktor Risiko dan Gejalanya!
Prevalensi GERD di Indonesia Cukup Tinggi, Benarkah Stres merupakan Pemicu Utamanya?
Perbedaan Gejala GERD dan Maag dari 13 Aspek yang Wajib Kamu Ketahui
Daftar Makanan dan Minuman yang Menyebabkan dan Meringankan GERD yang Perlu Kamu Tahu