senggang

7 Kesalahan saat Belanja di Luar Negeri yang Bikin Turis Sering Dipatok Harga Lebih Mahal

Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:19 WIB
Ilustrasi: Sebelum menikmati makanan, jasa, atau barang lain yang kamu beli saat belanja di luar negeri, pastikan kamu sudah sepakat dengan harganya. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Bisa travelling ke luar negeri memang menyenangkan. Tapi ada satu tantangan yang harus kamu hadapi ketika belanja di luar negeri dengan nilai mata uang yang jauh berbeda dengan rupiah.

Kena overcharge atau dipatok harga tinggi oleh pedagang lokal itu termasuk hal yang sering terjadi. Tapi terkadang hal itu terjadi akibat kekeliruan kita sendiri yang gampang ditandai oleh warga lokal.

Cara kita bertransaksi ternyata kurang pas dengan budaya setempat justru bikin kita kena getok. Nah, biar budget liburan tidak membengkak, hindari kesalahan saat belanja di luar negeri berikut ini!

Baca Juga: Pekerja di Sektor Apa Saja yang Tetap Bertugas saat Gempa Susulan Masih Terjadi di Flores?

1. Menganggap semua tempat bisa ditawar

Tawar-menawar itu sangat tergantung lokasi. Menawar di pasar tradisional Maroko memang lumrah, tapi kalau kamu melakukannya di department store Jepang, itu namanya nggak sopan.

Sebaliknya, pasrah menerima harga pertama di pasar malam yang harusnya bisa ditawar juga bakal bikin kamu rugi. Harusnya, perhatikan dulu apa yang dilakukan warga lokal di sekitarmu.

2. Tidak tahu ada "harga turis" dan "harga lokal"

Di banyak negara, beda harga turis dengan harga warlok itu memang kebijakan resmi. Contohnya di Yordania, tiket masuk ke Petra untuk turis asing jauh lebih mahal ketimbang warga lokal.

Begitu juga di Kenya saat masuk kawasan safari, atau di Bali saat kamu menyewa motor. Kalau kamu tahu hal ini sejak awal (apalagi bisa bahasa lokal) bikin kamu bisa menyiapkan simulasi budget yang lebih realistis.

Baca Juga: Ernest Prakasa Sempat Ragu Adegan Wall of Death di Film Operasi Pesta Copet Bisa Diwujudkan

3. Memberi tip kayak di negara sendiri

Niatnya mau sopan, tapi kadang malah bisa memicu salah paham. Di Jepang, memberikan uang tip justru dianggap tidak sopan, bahkan pelayan bisa lari mengejar kita untuk mengembalikan uang tersebut.

Sementara di Inggris atau negara Eropa lainnya, kamu cukup membulatkan angka di bill saja. Membayar tip terlalu besar malah menandakan kamu tidak paham aturan lokal.

4. Memilih konversi mata uang rupiah di EDC

Halaman:

Tags

Terkini

Lore Chasing: Tren Liburan Spontan di Tahun 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:15 WIB