Saat belanja di luar negeri dan bayar pakai kartu di kasir atau mesin ATM luar negeri, sering muncul pilihan: mau ditagih dalam mata uang asal (rupiah) atau mata uang lokal?
Selalu pilih mata uang lokal! Kalau pilih rupiah, EDC akan menggunakan kurs konversi milik toko atau bank mereka yang biasanya jauh lebih mahal.
Baca Juga: Perusahaan FMCG Procter & Gamble Indonesia Buka Lowongan Kerja HR Operations Specialist
5. Menikmati layanan sebelum sepakat sama harganya
Ini kesalahan paling fatal. Naik taksi tanpa menyalakan argometer, duduk untuk pijat tanpa bertanya tarif, atau minum teh di warung sebelum menanyakan harganya, bisa bikin kamu nggak berkutik ketika dikasih bill.
6. Tampil terlalu polos seperti turis pemula
Pedagang di luar negeri pintar sekali membaca bahasa tubuh. Coba ucapkan bahasa lokal sedikit saja, misalnya sekadar bilang "Selamat pagi" atau "Berapa harganya?". Ini menunjukkan kamu bukan turis yang mudah dikibulin.
7. Terlalu emosional dan ngotot saat menawar
Menawar harga itu butuh trik, bukan debat. Kalau kamu menawar dengan gaya memaksa atau marah-marah saat tidak diberi harga murah, pedagang malah akan enggan melayani.
Kalau mau sebenarnya kamu bisa minta tolong ke concierge hotel, pemandu jalanan, atau calo untuk mencarikan taksi dan tempat belanja. Namun, ingat juga terkadang ada komisi yang ditambahkan ke tagihan kamu.
Yang penting, tetap ramah, santai, dan tersenyum saat belanja di luar negeri. Sikap ramah kadang bisa melunakkan hati pedagang lho, yang bikin kamu terhindar dari overcharge dan malah dapat harga murah!