Bahkan saking tidak tahunya namun begitu inginnya ikut Boston Marathon di tahun 1966 itu, anak seorang profesor kimia di Tufts University ini tidak tahu harus mengenakan apa.
“Saya tidak punya pakaian untuk lari, tidak punya sepatu untuk lari. Saya lari dengan mengenakan sepatu untuk perawat, tank top hitam yang biasa dipakai untuk berjemur, dan celana dan kaus katun,” ujar Gibb dalam memoir-nya.
Bahkan celana pendek yang ia pakai adalah celan Bermuda milik saudara laki-lakinya dan Sepatu perawat ia pakai konon sepatu untuk pria (karena saat itu memang belum ada sepatu lari untuk perempuan).
Ini jelas bukan sekadar lari. Dengan segala macam kendala menjelang Boston Marathon tahun 1966 itu, Roberta Lousie ‘Bobbi’ Gibb sadar bahwa berlari menjadi lebih penting dari sebelumnya dan bahwa larinya akan memiliki makna sosial yang lebih dari sekadar tantangan pribadinya.
Dan benar, Bobbi Gibb telah membuka pintu bagi perempuan untuk berprestasi di lomba lari jarak jaug seperti sekarang ini.
***
Artikel Terkait
Ultramarathon, Nomor Lari Marathon Terlaris untuk Tujuan Amal di Indonesia
Tips Cara Memilih Sepatu Lari Yang Tepat Supaya Kakimu Terhindar Dari Cedera
Lari Marathon Adalah Induk Segala Lari Jarak Jauh. Ada Fakta Menarik Terkait Dengan Perempuan
Berbagai Tipe Running Shoes (Sepatu Lari), Jangan Salah Pilih dan Asal Beli Yang Termahal
Lakukan 10 Gerakan Pemanasan Berikut Ini Sebelum Kamu Lari
Makanan yang Harus Dimakan dan Dihindari Dimakan Semalam Sebelum Lari Jarak Jauh
Lari di jalanan Luar Ruang Atau di Treadmill? Simak Kelebihan, Kekurangan, dan Tujuan Masing-Masing