Ricky Afrianto, Global Director PT Mayora Group: "Kita Nggak Bisa Bohongi Konsumen!"

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 10 Juni 2023 | 16:53 WIB
Behind the scene podcast JPP Talk Episode 3 antara Ricky Afrianto, Global Director PT Mayora Group dengan Bimo Aditya, Manager Marketing Promedia.  (Tim Bisnis Promedia)
Behind the scene podcast JPP Talk Episode 3 antara Ricky Afrianto, Global Director PT Mayora Group dengan Bimo Aditya, Manager Marketing Promedia. (Tim Bisnis Promedia)

PejuangKantoran.com - Para penggemar drakor pasti sempat terpana ketika permen Kopiko muncul di serial Vincenzo. Tidak cuma sekali, tapi beberapa kali yaitu di episode 14, 15, 17, dan 19.

Permen Kopiko juga muncul di belasan judul drakor lain, di antaranya Hometown Cha-Cha-Cha, Adamas, Today's Webtoon, Little Women, dan Love in Contract.

Ini belum termasuk ketika ada momen Elon Musk menikmati permen Kopiko dalam sebuah kampanye iklan, dan dibawa ke luar angkasa oleh para astronot NASA. Membanggakan sekali kan, bagaimana sebuah produk lokal Indonesia bisa mendunia seperti Kopiko.

Baca Juga: Glenn Marsalim, Owner Brand Mangkok Ayam MGKYM yang Terinpirasi dari Warung Depan Rumahnya

Keberhasilan Kopiko untuk go international, dan bagaimana brand FMCG milik Mayora Group ini berhasil melakukan penetrasi konsumen di bidang marketing, dipaparkan oleh Global Director PT Mayora Group, Ricky Afrianto, kepada Manager Marketing Promedia, Bimo Aditya.

3 kunci sukses Mayora Group

Menurut Ricky Afrianto, setidaknya ada tiga kunci sukses untuk penetrasi konsumen dalam bidang marketing, khususnya di Mayora Group, yaitu quality (kualitas), efficiency (efisiensi), dan innovation (inovasi).

Kunci sukses ini bisa digunakan di lini bisnis lain agar konsumen tidak menjadi pembeli pertama dan terakhir produk.

Kualitas perusahaan Indonesia sebenarnya juga tidak kalah dengan negara lain, demikian menurut Ricky Afrianto. Terbukti Kopiko, yang kini menjadi market leader di Filipina, mengalahkan brand lokal dan brand multinasional.

Yang jadi masalah utama adalah persepsi saat perusahaan Indonesia masuk ke pasar luar negeri.

"Kebanyakan kalau masuk ke pasar luar negeri, kita merasa produk kita ini inferior. Nah, itu suatu persepsi yang salah,” ujar pria asal Palembang ini saat berbincang dalam podcast bertajuk "JPP Talk Episode 3". 

Baca Juga: 3 Insight yang Didapat Glenn Marsalim Usai Ketagihan TikTok, Penting buat Trik Berjualan di TikTok!

Konsumen, menurut Rocky, tidak bisa dibohongi. Jika key success factor di atas dijalankan dengan baik namun konsumen merasa produk yang ditawarkan tidak sesuai harapan, mereka tidak akan mau lagi menjadi pelanggan kita.

You never cheat the consumer, kita nggak bisa bohongi konsumen. Karena kalau mereka makan produknya tapi rasanya atau kualitasnya nggak oke, nggak akan repeat.

"Nah, apalagi di dunia bisnis. Kalau konsumen nggak repeat, kita tewas deh," katanya setengah berseloroh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X