PejuangKantoran.com - Tak banyak yang tahu bahwa sebelum dikenal sebagai aktor, Ario Bayu sudah bekerja sebagai aktor teater, yang malang melintang di Selandia Baru dan Inggris.
Itu sebabnya ketika diajak untuk terlibat dalam pementasan teater Ariyah dari Jembatan Ancol produksi Titimangsa, Ario Bayu langsung menerimanya.
Di pementasan panggung Titimangsa yang ke-63 ini, ia akan memainkan dua peran dalam dua lini masa yang berbeda. Untuk setting tahun 1817 Ario Bayu akan berperan sebagai Tambas, sedangkan untuk tahun 2023 akan bermain sebagai Mintarjo Sasongko.
“Setelah 10 tahun tidak bermain teater, menerima tawaran ini buat saya yang memang memulai karir akting melalui teater di Selandia Baru dan Inggris, timbul lagi tuh rasa-rasa grogi, deg-degan, dan rasa-rasa kemurnian dalam performance,” ungkap aktor kelahiran 6 Februari 1985 ini.
Ketika kembali ke dunia yang sudah ia tinggalkan sekitar 10 tahun yang lalu, Ario tidak menutup kekagumannya akan perkembangan teater sekarang.
“Dan, ini mungkin kepada mbak Evy (Yulia Evina Bhara) dan mbak Renitasari dari tim Titimangsa, saya melihat bagaimana ekosistem performing arts di sini sudah mulai elevasi,” lanjut Ario, usai konferensi pers Ariyah dari Jembatan Ancol di Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta, Kamis (13/7/2023).
Hal ini yang membuatnya senang berkolaborasi dengan rekan-rekan pemain dan tim Titimangsa, yang dinilainya punya passion dan dorongan yang sama terhadap komunitas.
Baca Juga: Main di Pementasan Teater Horor Ariyah dari Jembatan Ancol, Chelsea Islan Malah Terharu. Kenapa?
“It’s a blessing dan it’s a great show I feel, walaupun kita masih di tengah-tengah proses ya, tetapi saya merasa beruntung bisa berkolaborasi dengan teman-teman di sini,” lanjut sepupu Wulan Guritno ini.
Salah satu yang membuat ekosistem teater sudah berkembang, yang ia lihat dari perspektifnya adalah, keberanian mengangkat cerita-cerita yang lebih relevan dan unik.
Walaupun industri teater di Indonesia belum semaju atau sepopuler di luar negeri, tetapi tidak ada kata terlambat untuk terus berkembang.
Apalagi, tambah Ario, bahwa cara kerja teater baik di dalam atau luar negeri sebenarnya tidak jauh berbeda.
“Sebenarnya passion dan cara kerjanya sama, sih. Tidak terlambat sama sekali ya, kalau kita ngomong dari segi kesenian,” ujar Ario, yang pernah belajar di Globe Theatre, London.
“Yang saya lihat di sini Titimangsa sudah mulai berani mengangkat dan menciptakan cerita-cerita yang lebih relevan di luar paradigma dan di luar rata-rata. Dan, ini pertama kali juga kita main teater bergenre horor!”
Artikel Terkait
"Tanganku Berlumur Darah", Ucap Oppenheimer Usai Kembangkan Bom Atom Hiroshima-Nagasaki
Kenakan Baju Koboi yang Dipakai Jimin, Ryan Gosling Berikan Hadiah untuk Vokalis BTS Itu
3 Cara Belajar Keterampilan AI untuk Meningkatkan Wawasan dan Peluang Kerja yang Baru
Ada Lagi, Penipuan di WhatsApp Menggunakan Fitur Voice Note. Benarkah Berbahaya?
Menkes Ungkap Praktik Bullying terhadap Dokter Muda, dari Kerjakan Tugas Senior hingga Antar Laundry
Sanksi Tegas Menkes bagi Pelaku Bullying Dokter Muda, Siapkan Hotline Pengaduan bagi Korban