Main di Ariyah dari Jembatan Ancol, Ario Bayu Ternyata Besar di Teater-teater Selandia Baru

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 21 Juli 2023 | 17:17 WIB
Ario Bayu akan bergabung dengan pementasan teater Ariyah dari Jembatan Ancol, produksi Titimangsa. (Instagram @bayu_ario)
Ario Bayu akan bergabung dengan pementasan teater Ariyah dari Jembatan Ancol, produksi Titimangsa. (Instagram @bayu_ario)

PejuangKantoran.com - Tak banyak yang tahu bahwa sebelum dikenal sebagai aktor, Ario Bayu sudah bekerja sebagai aktor teater, yang malang melintang di Selandia Baru dan Inggris.

Itu sebabnya ketika diajak untuk terlibat dalam pementasan teater Ariyah dari Jembatan Ancol produksi Titimangsa, Ario Bayu langsung menerimanya.

Di pementasan panggung Titimangsa yang ke-63 ini, ia akan memainkan dua peran dalam dua lini masa yang berbeda. Untuk setting tahun 1817 Ario Bayu akan berperan sebagai Tambas, sedangkan untuk tahun 2023 akan bermain sebagai Mintarjo Sasongko.

Baca Juga: Titimangsa Gelar Teater dengan Cerita Horor “Ariyah dari Jembatan Ancol”. Yang Suka Horor Merapat, Yuk!

“Setelah 10 tahun tidak bermain teater, menerima tawaran ini buat saya yang memang memulai karir akting melalui teater di Selandia Baru dan Inggris, timbul lagi tuh rasa-rasa grogi, deg-degan, dan rasa-rasa kemurnian dalam performance,” ungkap aktor kelahiran 6 Februari 1985 ini.

Ketika kembali ke dunia yang sudah ia tinggalkan sekitar 10 tahun yang lalu, Ario tidak menutup kekagumannya akan perkembangan teater sekarang.

“Dan, ini mungkin kepada mbak Evy (Yulia Evina Bhara) dan mbak Renitasari dari tim Titimangsa, saya melihat bagaimana ekosistem performing arts di sini sudah mulai elevasi,” lanjut Ario, usai konferensi pers Ariyah dari Jembatan Ancol di Tugu Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Hal ini yang membuatnya senang berkolaborasi dengan rekan-rekan pemain dan tim Titimangsa, yang dinilainya punya passion dan dorongan yang sama terhadap komunitas.

Baca Juga: Main di Pementasan Teater Horor Ariyah dari Jembatan Ancol, Chelsea Islan Malah Terharu. Kenapa?

It’s a blessing dan it’s a great show I feel, walaupun kita masih di tengah-tengah proses ya, tetapi saya merasa beruntung bisa berkolaborasi dengan teman-teman di sini,” lanjut sepupu Wulan Guritno ini.

Salah satu yang membuat ekosistem teater sudah berkembang, yang ia lihat dari perspektifnya adalah, keberanian mengangkat cerita-cerita yang lebih relevan dan unik.

Walaupun industri teater di Indonesia belum semaju atau sepopuler di luar negeri, tetapi tidak ada kata terlambat untuk terus berkembang.

Apalagi, tambah Ario, bahwa cara kerja teater baik di dalam atau luar negeri sebenarnya tidak jauh berbeda.

“Sebenarnya passion dan cara kerjanya sama, sih. Tidak terlambat sama sekali ya, kalau kita ngomong dari segi kesenian,” ujar Ario, yang pernah belajar di Globe Theatre, London.

“Yang saya lihat di sini Titimangsa sudah mulai berani mengangkat dan menciptakan cerita-cerita yang lebih relevan di luar paradigma dan di luar rata-rata. Dan, ini pertama kali juga kita main teater bergenre horor!”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X